Senin, 24 November 2014

My Story: Sendirian, Semalam, di Singapura #2


THE CONCERT, BABY ....

Ketika Ditta datang, VIP mode on. Baru deh kelakuan diatur sesuai pengunjung konser hahaha ... Ngantri di stan samsung, rela dengerin tiga info produk demi pin-pin member YG Family. Berfoto dengan latar poster konser itu hingga akhirnya mengantri masuk.

Ketika mengantri, saya baru sadar. Saya sudah kadung beli banyak snack untuk sekadar oleh-oleh buat anak-anak, karena tahu ga bakal bisa ke mana-mana. Lha, di konser kan ga boleh bawa makanan. Akhirnya saya bongkar tas saya, masukkan kantung besar snak di bagian dasar lalu sumpal dengan baju n bantal travelingku. Begitu dibuka, keamanannya dah males lihat bantal pink itu hehehe...

Sayang saya dan Ditta juga satu temannya berbeda lokasi nonton. Saat terpisah, saya menyempatkan selfie di salah satu balkon yang menghadap panggung. Saya agak malu-malu ketika ada yang menawarkan diri membantu selfie padahal bukan panitia juga. Kasihan kali lihat betapa jadulnya niy hp ga bisa mirror hehehe ....

Sebenarnya dari posisi, mungkin posisi saya paling sial. Lantai tiga di baris terakhir. Itu ujung banget. Dibanding dua tahun lalu, posisi sekarang itu berpuluh-puluh kali jauhnya. Tapi itulah yang terbaik, terlebih waktu itu saya belum tahu sedang hamil, kan. Jadi ini aman juga nyaman. Saat konser dimulai saya menggabungkan pandangan 4 meter dua tahun yang lalu dengan euforia yang saya rasakan di balkon teratas itu.

Serius deh, dua tahun lalu itu saya kaya salah mau joged karena semua orang berebut merekam. Di atas sana, puas-puasin deh joged, istirahat pada grup-grup atau lagu tertentu-inget perut, tapi ga pernah diam kalau Bigbang muncul. Kebetulan saya punya tetangga yang keren. Orang di sebelah saya juga ga berhenti joged dan turut bernyanyi sekeras mungkin. Dia keren banget.

Dan selagi konser itu saya sempat-sempatnya garuk-garuk kepala saat beristirahat dan melihat penonton di depan saya merekam konser tersebut. Itu mah biasa. Yang ga biasa adalah dia langsung share ke youtube. Oh my God, secepat apaan siy internet di sini? Gue unggah video nyanyi di warnet aja kudu tunggu 15 menit. Lha dia dari handphone! Pantaslah banyak yang sutris pas balik ke Jakarta kalau habis tinggal di luar negeri.

Konser itu sendiri? What can i say? Bisa lihat Bigbang plus 2Ne1 plus Psy plus Epic High plus Winner itu dah menu banyak buat saya. Pokoknya closure yang tepatlah. Sesuai judulnya, Family Concert, saya terharu dengan cara setiap grup berkolaborasi atau menyanyikan single grup lain tanpa kehilangan greget. 2Ne1 ga Cuma bikin yang cowo-cowo keringetan tapi juga penonton cewe. Energik binti seksi. Angkat jempol buat Psy yang walau hanya dua lagu yang kita kenal, dia tetap cool n confident, bahkan aksi para dancernya yang paling keren. Inilah namanya entertainer.  Tentu saja saya paling ngakak ketika Bigbang nyaris memarodikan lagu 2Ne1. Serius tapi ga serius. Suara TOP ga ada sumbang-sumbangnya padahal I mean itu TOP kok ya joged gemulai gitu tapi ga asal-asalan. Formasi Bigbang ini sebenarnya ga lengkap karena di malam seharusnya pergi ke Singapura, Seungri mengalami kecelakaan mobil usai menghadiri acara. Inilah risiko jadwal padat n ga pakai sopir. Ada-ada aja dah, untung bukan bias gue. Karena mepet waktunya, jadi bagian nyanyinya digantikan bergantian oleh Taeyang dan Daesung, atau kadang dibiarkan saja. Saya pikir ga ada bedanya tanpa Seungri, tapi ternyata  berasa juga. Aih jadi kasihan, mana jadi tersangka lagi.

Walau Cuma dari bigscreen, I was happy.  Tiga jam konser ga beranjak sama sekali saya dari bangku. Dan yang lebih menyenangkan lagi adalah ketika ada teman untuk berbagi cerita konser yang terjadi barusan. Konser pertama dan kedua saling melengkapi menurutku. Dan saya bersyukur bisa mengalaminya. walau kalau ditengok dari usia rada telat hehehe.

Ada untungnya juga saya bareng Ditta, karena jadi punya pengalaman nungguin para performer itu keluar dari gedung di pintu belakang. Maklum dia stalker. Cuma karena bawa buntut jadi rada ga sukses stalkingnya hehehe maaaaaf ....  Awalnya grup Winner yang lewat, trus 2Ne1, baru kemudian Bigbang. Kelihatan sih, yang senior diantarnya pakai sedan mewah. Yang junior pakai van. Tapi vannya juga mewah sih. Ada sedih tapi gimana gitu ketika melambaikan tangan pada mobil yang diisi TOP. Pengennya sih lari-lari gebukin mobilnya sambil teriak, “this is your baby!!!” ah tapi ga usahlah ya. Ntar yang di rumah gimana dong?


MALAM DI SINGAPURA

Saya memang akhirnya memutuskan mengikuti ke mana Ditta dan temannya pergi karena saya batal bertemu teman SMU saya yang memang menetap di Singapura. Awalnya ingin mampir ke Gardens by the Bay di dekat Marina Bay tapi ketika mampir di Clarke Quay untuk mengambil tas teman-teman saya itu di sebuah penginapan, kami menghabiskan waktu lebih lama karena mereka lupa jalannya, hahahaha ...

Senangnya jadi blogger adalah ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai rencana otaknya langsung berteriak, yes another story in my blog! Jadi walau langkah saya lebih lambat karena lelah dan lapar dan kaki yang sakit karena sepatu yang salah beli, saya menikmati saja berjalan-jalan di malam Singapura. Kadang teringat daerah Thamrin-Sarinah, lalu teringat daerah Mangga Dua-Kemayoran. Malah walau tertinggal jauh, saya sempatkan berhenti untuk mengambil gambar, setelah itu segera berlari karena angka di lampu merah kian menipis.

Akhirnya ketemuu ... dan kami ikhlaskan tidak ke taman. Langsung ke bandara aja. MRT masih penuh orang saat itu. Makanya tidak disangka-sangka ketika berhenti di Tanah Merah untuk kemudian transit, eh keretanya sudah ga ada. Jiah, dua stasiun lagi. Ya suds, naik taksi. Lumayan dapat pengalaman naik taksi. Taksinya bukan taksi fancy, kaya udah lama, kalau di Jakarta mah dah kena blacklist. Dengan hiasan-hiasan patung di dashboard dan supir dengan rambut putih berkuncir, kami aman tiba di Changi.

Tiba di Changi belum bisa melakukan imigrasi. Tutup. Jadi kami segera mencari tempat makan. Sudah jam setengah satu dan saya belum makan dari jam 3, kebayang laparnya. Ngejogrok lah kami di McD. Makan paket burger seharga SGD5 dan belum sempat otak memberi sinyal kenyang, saya sudah ngantuk luar biasa.

Setelah beberapa lama di sana, bosan melihat para wajib militer berkeliaran bawa senapan gede-gede yang konon bertugas membangunkan orang-orang yang bobok di bangku, kami agak masuk ke dalam, mendekat ke bagian tiket. Rupanya di dalam sana banyak juga yang menginap dan sudah meringkuk di balik bangku-bangku panjang dengan selimut tebal. Mereka lebih pengalaman kayanya.

Saya ga pede kalau harus ke balik bangku, jadi yah di atas bangku panjang itu saja saya sekadar mengistirahatkan mata hingga pukul 4. Saya baru tahu loket tiket dibuka 4 jam sebelum penerbangan. Begitu dapat tiket baru deh bisa merasakan fasilitas yang lebih manusiawi. Pijat gratis sama Lee Min Ho, eh ga deng, Cuma mesin bergambar Lee Min Ho, sarapan di Kleeney dan mengecharge handphone. Kami sudah selangkah lagi menuju pulang. Sedikit demi sedikit menggeser folder memori konser ini ke suatu tempat istimewa yang mungkin akan sangat jarang dibuka.


PULAAANG

Yak saya pulang naik tigerair. Perjalanan pulang terasa singkat. Tak sesingkat kala menunggu Damri arah pasar minggu. Uang Singapura saya tersisa SGD10. Hei I made it! Cuma keluarin SGD50! Wuhuuu ...

Dan pulang dengan menebak tepat bahwa akan menemukan dua bocah yang lagi nonton di jam hampir makan siang tapi belum pada mandi plus cucian piring yang tak berubah tingginya di bak cucian hehehe ... Yuk, marii ....


PS: thank you suami, thank you yaw-yaw, n thank you Ditta :D

4 komentar:

  1. Wahh bener2 pengalaman yang berguna bagi saya! Karena rencananya saya juga mao ke singapura utk nonton konser idola saya, hahaha. Kalo boleh tanya, itu selama 2 hari beneran habis 50 dolar?

    BalasHapus
  2. Wahh bener2 pengalaman yang berguna bagi saya! Karena rencananya saya juga mao ke singapura utk nonton konser idola saya, hahaha. Kalo boleh tanya, itu selama 2 hari beneran habis 50 dolar?

    BalasHapus
  3. Mbak kalo boleh tau ngantri masuk venue nya kayak gmana? Aman ga buat ibu hamil? Desek2 an n nunggu lama ga, krn rncnanya aq mau nonton konser bts n kira2 aq hamil bulan ke 6 pada saat konser itu. Makasiiih..

    BalasHapus
  4. Waah senangnya mau nonton ... soal ngantri venue ga desak2an siy, tp emang ngantrinya beneran, ga boleh ada yg nyerobot. Pintu masuknya cuma 1 yg dibuka. Awalnya sempat ga kebayang bisa kelar antrian jam berapa krn panjang bgt, cuma di tengah2 sempat ada berubah haluan jadinya malah cepat. Mgkn sekuritinya dah diburu harus mulai konser. Kalau mulainya jam 6 an itu aman krn sudah tidak panas.

    BalasHapus