Rabu, 16 April 2014

Bagaimana Mencegah Anak Menjadi Pelaku Kejahatan Seksual

rating 16: this note contains indecent language.
Itu masih pertanyaan besar bagi saya. hari ini kepala saya pusing membaca berita tentang kejahatan seksual yang terjadi pada anak laki-laki usia TK di sekolah yang selalu bikin macet pagi-pagi karena satpamnya segambreng, plus selalu ada polisi, saya juga pusing membaca tanggapannya dari berbagai pihak perihal mencegah kejahatan seksual terjadi pada anak. Belum lagi berita soal ditangkapnya seorang manajer bertitel s2 yang punya ribuan foto porno anak hasil tipu-tipu di FB.  Dari keriuhan itu, saya selalu bertanya sendiri, "what was on his mind?" Si pelakunya, maksud saya.

pedofilia atau tidak, saya suka tidak habis pikir sama para pemerkosa itu (termasuk yang pakai dalih suka sama suka), apa mungkin ada fase dalam hidupnya dia beralih dari manusia menjadi setan? Sama halnya jika membaca keadaan di Afrika yang tengah konflik. Anak-anak melahirkan anak-anak hasil pemerkosaan yang kemudian ketika si anak hasil pemerkosaan itu beranjak remaja, dia juga jadi pemerkosa dan saudara perempuannya menjadi korban pemerkosaan. Lingkaran setan banget. Padahal ibunya pasti ga ketawa ketiwi pas gedein anaknya, dan bapaknya pasti ga tahu ada di mana, jadi kenapa bisa terulang terus kejahatan ini?

Saya punya dua anak. Sepasang. Yang perempuan, saya doakan agar bebas dari kejahatan semacam ini. Dihindari dari sebuah peperangan di mana perempuan kian tak bermakna. Yang laki-laki, entah kenapa saya berdoa semoga dia tidak menjadi pelaku kejahatan seksual. Mungkin ada hubungannya ketika saya hamil Safir. Hormon testosteron saya mungkin bertambah, karena selama masa kehamilan itu saya selalu membayangkan tentang seks. Dan bukan terhadap si bapaknya anak-anak. Saya sendiri ngeri tapi bayangan itu memborbardir pikiran saya tanpa diminta. Saya bingung. Okelah, saya dulu pernah mengkonsumsi pornografi tapi kadar yang terpapar di pikiran saat hamil tidak sedahsyat dulu. Apa mungkin memang ada hubungannya dengan hormon? Apakah mungkin inilah yang dihadapi laki-laki sejak dini? Menahan gejolak hawa nafsunya sendiri?

Bukankah mimpi basahnya lelaki adalah pornografi alami nan legal? Sesuatu yang menunjukkan sosok lelaki secara fitrah. Dan anugerah bagi mereka bisa memimpikan berhubungan seks dengan wanita-wanita entah siapa. Jadi bagaimana si tulang rusuk bisa bersaing dengan tongkat tak bertulang? Konon karena tulang rusuk agak bengkok maka harus pelan-pelan meluruskannya, lalu bagaimana dengan kelamin pria? Selurus apa pun itu, tidak pernah menjadi tegang jika mengingat akan shalat. Well, mungkin ingat untuk ibadah malam Jumat.

Saya jadi ingat ada teman saya yang blak-blakan ngiler liat anak SMP. Konon karena sudah ada pertumbuhan bagian tertentu tapi. kelakuan masih kaya anak SD. Saya bergidik sendiri dengarnya, dia punya anak perempuan loh dan dia bukan cowo perayu wanita tapi bisa-bisanya mikir begitu.



Jika memang begitu, bagaimana cara mendidik seks pada bocah lelaki dari mulut perempuan? Itu dunia yang sama sekali berbeda. Mungkin itulah sebabnya peran ayah besar di sini. tapi kebanyakan lelaki suka dirty talk ke sesamanya. Ah, saya bingung lagi.

Dan tahu-tahu dapat tebaran kicauan gadis di medsos soal kebenciannya sama bumil yang meminta hak untuk duduk, rasanya pengen gue gebok. Eit, sabar ... Sabaaar ....

 Aih ... Anak-anak ... Doakan Amymu bisa terus memanjangkan doa selamatnya untuk kalian semua ....

*amy pusing, mau detoksifikasi dulu dari efek berita negatif

3 komentar:

  1. Semoga anak2 kita senantiasa di lindungi Allah SWT ya mak...:(

    BalasHapus
  2. sabar tik, itu hanya oknum yang melakukan dirty talk kagak semuanya.... gw slalu clean talk hehehehhehe

    BalasHapus