Jumat, 08 Mei 2015

JJS: Wisata Poelang Kampoeng ke Cinangneng

Ini laporan yang sudah lama banget mengendap di kepala, zamannya Malika masih di Twinkers. Cinangneng sendiri beralamat di Jl. Babakan Kemang, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea Bogor. Kampus baru IPB masih sanaan lagi.

Ketika melihat plangnya, saya agak-agak menebak kegiatan apa yang akan kita lakukan di sana. Secara garis besar adalah memang wisata pulang kampung yang sangat berguna bagi mereka yang kelamaan tinggal di kota atau yang tidak punya kampung hehehe ...  Intinya memang perkenalan suasana kampung. Saat masuk disambut kebun dulu dan rumahnya baru terlihat setelah berjalan agak jauh. Sebenarnya area ini sangat luas tetapi model tanahnya berundak-undak jadi tidak bisa serta merta dinikmati dalam satu sapuan mata. Belum lagi tanaman di mana-mana. Segar banget jadinya. Ngomong-ngomong, kegiatannya kaya apa sih?


1.       Main angklung
Setelah semua siswa diberi kalung sebagai tanda masuk dan berbaris, mereka kemudian berkumpul di pelataran depan. Sudah disediakan bangku-bangku dan ada sebuah spanduk lebar terpajang di depan bertuliskan lirik lagu sunda. Pihak pengelola memberikan ucapan selamat datang singkat lalu membagi-bagikan angklung pada seluruh siswa bahkan orangtua. Kami diberi kursus singkat angklung. Tidak seintens di Saung Udjo memang tapi yah cukuplah. Dan dalam sekejap kami sudah memainkan sambil menyanyikan lagu Boneka Abdi.
Malika masih jetlag di bus jadi belum mood.





2.       Menari jaipong
Kemudian siswa-siswa Twinkers itu dikelompokkan dan kelompok Malika menuju pelataran lain untuk sesi menari. Di sana dengan cepat anak-anak dipasangkan baju menari, setelah siap, dipimpin oleh seorang penari yang berdandan lengkap, anak-anak pun diajarkan mungkin tiga langkah menari awal jaipong. Dan mungkin karena diulang-ulang gerakannya, jadi yah tidak perlu mengajarkan banyak gerak. Singkat saja, 10 menit paling lama.




3.       Membuat kue
Kami berjalan agak jauh lalu menuruni tangga yang curam dan panjang. Dan barulah ketemu lahan kosong yang luas. Semacam padang rumput gitu. Ada beberapa saung di sana dan satu kolam. Pada saung pertama, anak-anak diajarkan membuat kue hmm kue apa ya kok saya lupa. Pokok nya kue beras. oh, kue bugis. Dasarnya sudah setengah jadi, jadi ketika dikukus, anak-anak diberi yang sudah jadi. Nanti kalau ada kelompok selanjutnya, yang dikukus itu yang diberikan ke anak-anak untuk dicoba.



4.       Bermain gamelan
Kami lalu beringsut ke saung berikutnya. Sudah ada set gamelan di sana. Malika langsung ambil posisi. Pengajarnya mempraktikkan tiga nada untuk membentuk lagu sunda dasar. Tiga nada, kaya lagu punk Cuma main tiga kunci hehehe ... tapi yah cukuplah buat para bocah-bocah itu, karena jika dimainkan dengan irama yang tepat bisa tercipta musik yang harmoni. Nah, karena masih bocah itulah jadinya main bebas deh ... :D



5.       Membuat wayang jerami
Setelah itu, kami dikelilingkan dan duduk di rumput. Di tengah-tengah ada setumpuk jerami. Anak-anak diajarkan membuat wayang jerami, agak susah, jadi orangtuanya yang belajar hahaha ... konon itu prakarya anak-anak yang umum di daerah Bogor dan sekitarnya. Hasilnya sebenarnya agak serem buat saya hihihiy .... Macam boneka voodoo gitu.



6.       Melukis di atas  caping
Nah, di sini baru agak lama. Melukis di atas caping. Pada salah satu saung sudah disiapkan deretan caping polos dan palet warna. Jadilah mewarnai bebas. Caping-caping ini kemudian dijemur dan akan diberikan pada anak-anak usai seluruh rangkaian program ini.



7.       Menanam padi
Waktunya berkotor-kotor ria. Akhirnya  ... ketemu juga yang kotor-kotor. Orangtua dan anak ikut nyemplung berlomba menanam padi. Area sawahnya tidak begitu besar tapi lumpur banget. Maklum dah berapa puluh orang yang injak-injak sejak tadi. Malika senang banget di sini, bisa kotor-kotoran. Apalagi setelah itu dia tahu akan ke mana. Ke sungai ...



8.       Memandikan kerbau
Di sungai sudah ada kerbau kecil menanti. Dia sedang berendam dan para peserta diperbolehkan ikut nyipratin kerbau. Kalau dipikir-pikir agak kasihan juga ya jadi anak kota, norak banget mau mandiin kerbau. (LOL). Malika semangat ’45 dong, biar pendek dia mah jalan saja menyusuri sungai. Walau air hingga sepinggangnya, masih aja nafsu mau mendekati kerbau. Tapi hati-hati ya, jangan kelewat semangat nanti kerbaunya sebel juga.



9.       Berenang
Ini bagian dari acara bebas. Cinangneng juga membangun beberapa cottage mungil di sana jadi ada kolam berenang, walau ga besar. Malah terasa kecil banget karena ada rombongan dari sekolah lain. Sekolah dasar swasta yang muridnya dah gede-gede badannya. Atau jangan-jangan itu SMP ya? Plus bukan kolam renang anak jadi yah Cuma basahin kaki saja.



Usai semua itu, kami kembali ke pelataran awal. Mengambil caping yang sudah diwarnai dan diberi sertifikat. Setelah itu para pengajar berbaris untuk bersalaman pada kami. Di ujung barisan ada pemiliknya.

Cinangneng sendiri ada program lain yang berjudul Tur Kampoeng yang kegiatannya mendatangi Home Industri yang terletak di sekitar Cinangneng. Well, bagian memberdayakan warga sekitar kayanya. Bagus juga.



Kesimpulannya? Yah lumayan untuk perkenalan bagi mereka yang belum pernah pulang kampung. Saya pun jadi ingat pertama kali main ke sawah malah waktu SMA dan itu norak banget jalan di titiannya. Banyak ngerusakinnya hahaha .... Jika dirasa Cinangneng terlalu jauh, Rumah Perubahannya Rhenald Kasali juga suka bikin program semacam ini. Ga jauh, di pondok gede. Ingin juga ke sana, tapi belum kesampaian.

Oh iya untuk tanya-tanya langsung telepon saja ya ... (0251)-8621895

Have fun. 

3 komentar:

  1. wah mak, kamis kemarin saya juga habis dari sini loh

    BalasHapus
  2. Keren banget kegiatan2nya mak. TFS. Moga2 suatu saat bisa ikutan yg begini.

    BalasHapus
  3. Acaranya kayaknya seru. Aku jugak mau ikutan, kalok boleh. Hihihi :P

    BalasHapus