Sabtu, 03 Oktober 2015

Ayo Keluar dan Berpiknik untuk Rayakan Alam

Piknik mengandung makna melakukan kegiatan makan bersama-sama di luar atau bisa juga sekadar melakukan hal yang menyenangkan. Melakukan kegiatan di luar lama-kelamaan menjadi barang langka terutama bagi mereka yang tinggal dan beraktivitas di perkotaan. Bisa jadi kegiatan di luar kita hanyalah ketika sedang menunggu jemputan, entah itu kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Selebihnya, di dalam ruangan ditemani dinginnya AC.

Saat matahari bersinar terik, kita mengeluh panas yang menimbulkan peluh. Padahal keringat adalah proses ekresi alami. Pengeluaran zat-zat racun. Tapi kita tak suka.

Saat cahaya surya begitu terang, kita menutup gorden jendela dan menyalakan lampu di dalam ruangan. Ini suka bikin saya bingung.

tengok teriknya di Kalibata City. Blue Sky

Padahal ketika matahari sedang tajam-tajamnya, coba tengoklah ke atas. Ke langit. Maka akan ditemukan langit yang paling biru dengan gumpalan-gumpalan awan super putih. Indahnya.
Namun, kita sering lupa. Gedung-gedung tinggi dan gadget senantiasa menarik arah wajah kita ke bawah hingga lupa menatap langit. Kita lupa bahwa sebelum segala kecanggihan itu ada, alam memberikan begitu banyak bagi kita. Sekarang pun masih, tetapi sering disia-siakan.

Tragedi di Sumatra dan Kalimantan menyentil sanubari banyak orang. Betapa mereka merindukan bisa menatap matahari terbit dan tenggelam. Rindu birunya langit. Rindu bisa menarik napas sedalam-dalamnya dan merasakan paru-paru melonggarkan diri. Sungguh, tak habis doa untuk mereka yang terjebak asap, semoga mereka segera bisa merayakan sebuah kebebasan. Kebebasan merayakan alam.



salah satu saat terbaik merayakan alam adalah main hujan ^^

Berpiknik adalah salah satu bentuk merayakan alam. Beberapa waktu lalu, saat fenomena supermoon, Purwakarta mengajak masyarakatnya untuk mematikan listrik dan bermain di luar. Menikmati sinar alami dari bulan. Kilau lampu-lampu di ibukota memang menawan, tapi akhirnya menghalangi sinar rembulan dan deretan bintang-bintang pun hanya terhitung jari.

Itulah mengapa ketika hendak merencanakan playdate dengan tetangga di Kalibata City, kami merasa antusias ketika usul Kebun Raya Bogor muncul. Jarak pandang luas dan area bebas berlari sejauh mata memandang menjadi keinginan terpendam para ibu-ibu.

Berangkat Sabtu pagi jam 8 rupanya masih terlalu awal bagi anak-anak  sehingga salah satu anak saya (waktu itu baru punya dua anak) muntah-muntah karena masuk angin. Walaupun sudah menyiapkan baju yang biseksual alias bisa dipakai anak cewe atau anak cowo, tetapi karena begitu sering muntahnya, akhirnya si cah lanang terpaksa pakai kaos dengan sedikit nuasa cewe.
Walau sudah berangkat sepagi itu, kena macet juga begitu memasuki Bogor. Sepertinya penduduk Jakarta satu ide dengan kami. Siang mulai mendekat, dan perut mulai lapar.

Akhirnya tiba juga di TKP dan memarkirkan mobil di dalam (hari Sabtu, mobil boleh masuk), benar saja, yang muntah tiba-tiba lupa laranya di dalam mobil. Walau tidak ada wahana bermain anak, tetapi hamparan rumput luas menjadi kebebasan tersendiri bagi anak-anak. Benar-benar yang mereka kerjakan hanya berlari-lari, berguling-gulingan di rumput, saya yang lihat saja jadi capek. Seperti berada di toko buku dengan begitu banyak buku, anak-anak pun terpesona melihat ada begitu banyak pohon seperti hutan-hutan yang mereka lihat di film kartun. Si sulung saya malah merasakan nikmatnya naik pohon. Akhirnya hasrat manjat-manjatnya tersalurkan di sini ^^’ Sayang, saya tidak sempat berkeliling untuk menunjukkan bunga Raflesia dan deretan kelelawar yang biasanya bergelantungan di pohon-pohon tinggi.

karena sehari tidak akan cukup untuk menikmati Bogor


Setelah hampir tiga jam berlarian ke sana ke mari, kami pun keluar Kebun Raya Bogor karena ingin memberi makan rusa-rusa dari luar pagar Istana Bogor. Dan lagipula, biasanya saat jelang sore, Bogor akan turun hujan.

Anak-anak yang tadinya agak kecewa karena harus menuntaskan mainnya, jadi gembira lagi. Si penjual wortel juga senang karena kami bolak balik membeli wortel untuk para rusa. Setelah entah berapa banyak wortel diberikan pada rusa dari yang besar hingga yang kecil, yang dekat hingga yang jauh, kami pun berniat pulang. Mampir sebentar membeli asinan Bogor dan ketika kami masuk mobil, DASSS .. hujan turun selebat-lebatnya. Alhamdulillah.... Sungguh ada banyak sekali rasa alam yang kami nikmati hari itu.

Saya ingin liburan lagi ke Bogor, kembali lagi ke Kebun Raya, dan berkeliling lebih lama bersama keluarga. Menyusuri setiap sudutnya. Dan menemukan diri berada di tengah-tengah rontokan kapas yang akan membawa imajinasi ke negeri es.

Ingin datang lagi ke Bogor ketika Istana Bogor terbuka untuk umum dan membawa mama saya yang menurut kisahnya pernah melakukan demo berjalan kaki dari Jakarta dan melakukan aksi mencoret-coret Istana Bogor pada zaman Soekarno sebagai bentuk protes.

Tak hanya ke Kebun Raya Bogor, saya juga ingin mampir ke salah satu taman tertua di Bogor. Taman Topi. Taman yang setiap akhir pekan tertentu ada aktivitas mendongeng. Salah satu pendongeng tetapnya adalah kawan saya di kampus, Kak Aio. Sudah lama kami tak bersua setelah terakhir kali sempat bersama-sama dalam komunitas pendongeng. Masa-masa itu, masa ketika anak-anak dari berbagai penjuru datang untuk duduk dalam lingkaran yang sama, mendengarkan cerita yang seolah berasal dari negeri ajaib, masa ketika bermain itu tak perlu rumit.

Begitu juga dengan berpiknik. Berpiknik itu penting tetapi juga sederhana dan begitu hangat.  Jadi, jika di daerahmu bebas asap, keluarlah. Jika jarak pandangmu masih bisa berpuluh-puluh meter, keluarlah. Jika kau masih bisa menatap birunya langit, keluarlah. Berpikniklah bersama orang-orang tercinta. Keluarkan makanan dari dalam dapurmu. Rayakan alam. Bersyukur. Dan hematkan uang Anda agar bisa menyumbang oksigen bagi mereka yang terkepung asap. #saveSumatra #saveKalimantan





4 komentar:

  1. memang kadang kita manusia masih menjadi makhluk yang kurang bersyukur ...

    BalasHapus
  2. Seru. Terimakasih partisipasinya. Maaf. pengumuman diundur tgl 20 okt ya.

    BalasHapus
  3. Seru. Terimakasih partisipasinya. Maaf. pengumuman diundur tgl 20 okt ya.

    BalasHapus