Minggu, 04 Oktober 2015

hoMYNGGU: Nongkrong di Kopi Pancong Kalibata City


Ini sih hasil wawancara suami. Sebagai penggemar kopi pekat, maka tur Kalibata City versi dia adalah mencari tempat ngopi yang enak. Setelah beberapa kali berganti tempat, ada satu tempat yang belakangan sering dia datangi terutama untuk nonton siaran bola saat akhir pekan.

Namanya Kopi Pancong.  Dari namanya sudah jelas bahwa tempat ini menyediakan kopi Aceh atau kopi Gayo. Letaknya di kios bagian luar tower Gaharu. Persis di perempatan jalan. Tempat ini tidak punya area duduk di dalam, semuanya di luar, dinaungi dengan atap tenda hitam.

Pada awal-awal, tempat ini mencolok dengan banner besar yang bertuliskan kutipan tentang kopi. Suatu kali juga pernah bertuliskan bahwa akan ada pembacaan puisi di sana. Saya pikir ini nuansanya agak-agak mirip di kafe sastra or something gitu, walau sih lebih tepatnya itu hanya kafe teras.

Tempatnya sih ga ramah anak ya. Secara tempat ngopi n di luar pula jadi yah isinya orang merokok. Makanya penjaga warungnya agak kaget ketika suami datang bersama istri dan TIGA anaknya yang bocah-bocah. Dikira masih single kali dia. Untungnya waktu itu masih pagi jadi agak lenganglah di sana. Sekadar sarapan pisang goreng, dengan coklat panas untuk anak-anak, dan tentu saja segelas kopi hitam untuk suami. Istri? Yang motoin saja. Sebenarnya ingin coba bubur Aceh, tapi kosong ... hmmm ... Ada juga sih menu nasi dan teman-temannya, tapi masih terlalu pagi kayanya. Ingin yang enteng-enteng saja.

Sesekali nyobain pisang goreng kipasnya. Garing, manis, dan panas. Maklum, anak-anak sukanya yang garing jadi even pisang goreng maunya yang garing, kalau tidak yang dimakan Cuma tepungnya.  Coklat panasnya disajikan dalam cangkir kecil. Agak gimana gitu, teringat coklat hangat ala Bengawan Solo atau Starbucks hehehe ... Tapi memang pekat banget. Warnanya hampir mirip dengan kopi si ayah.

Kopi Pancong sendiri juga bekerja sama dengan warung mie baru di tower Gaharu yang letaknya di ujung satunya lagi, Bakmi Alay 38. Pernah juga makan mie di sana dan minumnya dari Kopi Pancong. Berekspansi rupanya hehehe ....


Namun, kalau buat saya sih, ga bakal jadi destinasi nongkrong selanjutnya. Walaupun hanya untuk duduk ngetik sendirian, bisa pusing saya. But, memang itulah khas warung kopi Aceh, penuh dengan orang ngopi secangkir kecil, merokok dan mengobrol berjam-jam. Saya sepertinya lebih prefer di taman, eh tapi di taman ga ada colokan ya? ^^’ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar