Yak sudah lebih dari dua puluh tahun saya tidak ke dokter gigi. Bukan karena takut, lebih I have enough feeling. Maklum, sejak usia SD hingga enam tahun lamanya saya bolak-balik ke dokter gigi untuk urusan kawat gigi. Memang sih itu dokter estetika, tapi saya merasanya lagi sakit karena sampai harus izin sekolah setengah hari setiap Sabtu. Jadi begitu akhirnya lepas kawat, rasanya bebas merdeka. Yes, no more dentist.
Namun, saya mau tak mau datang ke dokter gigi walau malas. Pasalnya, tiba-tiba kulit saya bentol-bentol parah. Saya tidak punya alergi apa pun, jadi kalau tiba-tiba ada reaksi alergi, dugaan saya berasal dari gigi yang memang sakit.
Emang bisa ya? Kata suami saya yang punya banyak gigi bolong, hal itu bisa terjadi. Lebih parah lagi bisa memengaruhi syaraf di otak loh.
Memilih dokter gigi pun sulit, karena biasa bergantung pada rekomendasi mama. Dokter gigi saya dulu juga sudah meninggal dunia, jadi yah musti cari-cari lagi. Saya maunya sih yang gampang saja, secara saya pun malas kalau harus bersusah payah ke lokasi dokter gigi. Lagipula di kalibata city juga banyak. Justru karena banyak saya jadi bingung, akhirnya pilih klinik estetika di mal Kalibata City Square. Klinik Health Dental Care ini pernah disebut oleh kawan saya yang kakaknya seorang dokter gigi, dan suami sudah pernah berobat ke sini dengan keluhan yang sama.
Akhir pekan itu penuh pasiennya, saya jadi menunggu lama karena terlambat reservasi. Padahal anak-anak sudah diamankan sejak siang. Dan saya sudah leyeh-leyeh dulu di rumah selama satu jam, eh ternyata masih menanti dua jam lagi. Ruang tunggunya sih cukup nyaman.
Begitu dipanggil ruang periksanya hanya ada satu dengan dua kursi periksa dan di tengahnya ada untuk foto gigi. Setelah berhadapan dengan dokternya, saya segera menyampaikan keluhan ini itu. Dokter memeriksa bagian gigi yang terasa paling sakit sambil mengajukan beberapa pertanyaan terkait riwayat gigi. Menurutnya gusi dari gigi yang sakit itu menganga karena karang gigi.
Yah, sebagai orang yang hanya sikat gigi satu kali sehari dan ga pernah check up ke dokter gigi selama puluhan tahun, ga usah dibayangkan tebal karangnya yaa ... #tutupMuka
Dan kemudian dilakukanlah tindakan pembersihan karang gigi yang menghabiskan waktu setengah jam dan darah bergenangan di mulut. Setelah bersih, ketahuan juga kalau ada gigi saya yang bolong. Ga besar sih, kecil banget di belakang.
"Minggu depan datang lagi ya untuk tambal dan cek apakah sudah berpengaruh pada reaksi alerginya atau belum."
Saya sih angguk-angguk saja dan kemudian minggu-minggu selanjutnya tidak ingat lagi ^^`
Reaksi alerginya masih ada, sempat hilang sih, tapi mulai ada lagi. Jangan-jangan bukan karena gigi melainkan karena pengaruh cuaca atau air. Mengingat ada tetangga yang mengalami hal serupa. Ah, entahlah. Yang lebih penting giginya tidak sakit lagi.
Mungkin memang sudah takdirnya disuruh bersih-bersih gigi.
Jangan lupa sikat gigi dua kali sehari dan kontrol ke dokter gigi tiga bulan sekali yaa ... #ngomongSendiri
Tampilkan postingan dengan label kalibata city square. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalibata city square. Tampilkan semua postingan
Minggu, 21 Februari 2016
Minggu, 26 Juli 2015
hoMYNGGU: Yang (Agak) Baru di Kalibata City
Yah berhubung belum mampu ke Aeon Mall BSD, jadi ngelihatin Kalibata City Square dan sekitarnya deh hehehe ... Bulan Juni-Juli ini ada beberapa tenant yang setelah bertahun-tahun akhirnya tutup juga, dan ada juga tenant yang heboh ketika baru dibuka. Langung aja yaaa. Disusun berdasarkan tingkat kehebohan yaaa...
1. Heritage
Bagi yang suka ke Bandung dan kudu mampir ke Heritage, nah ada niy di Kalibata City Square. Hari pembukaannya pada awal Juli itu bikin heboh penghuni Kalibata City, padahal diskonnya cuma 10%. Maklum, mau lebaran. Tapi jadinya pas besok-besok mau ke sana, malah takut kembaran sama tetangga hahaha. Habis emang puenuuuh banget. Sekarang sih dah lowong.
2. Sevel aka 7 Eleven
Agak terlambat memang niy sevel masuk Kalcit. Bertempat di tower Gaharu, awalnya spot sevel ini ditempati oleh Superoti selama beberapa tahun. Eh mereka ga jadi bikin dapur lagi di sana dan dalam semalam berubah menjadi Sevel. Saya sampai kepengen sahur di sana tapi ga kesampean euy. Suami yang senang, rutinitas waktu masih di Tebet jadi bisa diulang lagi. Istri ga bikin kopi? No problem.
Sevel ini pun satu-satunya minimarket yang buka saat idul fitri. Jadi pagi setelah shalat ied, ada antrian deh di sana. Kayanya selama ramadhan juga penuh aja mejanya sama yang minum or makan hehehe yah cuma tiga meja gitu loh.
3. Ice Land
Biasanya kalau beli es krim cone, saya ngantri ke Lotteria. Lebih murah sedikit daripada KFC. Nah, kemarin itu kehabisan. Keliling-keliling, eh ketemu tenant es krim baru di depan Planet bookstore. Beli yang cone buat anak-anak, cukup 5rb. Tingginya kaya cone monas-nya A&W. Murah meriaaah. Ada beberapa cara penyajian di Ice Land; sundae, waffle, dan crepe.
Sundae-nya kayanya lebih sedikit dari Lotteria dan KFC, tp padat banget, jadi ga gampang mencair. Padahal saya sukanya makanin es krim yang dah mau cair hehehe ...
Sedangkan yang crepe adalah wafer berbentuk mangkok dan di dalamnya diisi es krim dan kue bronis. Enak juga hehehe ... Sayang ga ada bangku-bangku di sekitarnya. Jadi ya makannya nebeng sama foodcourt. Ga papa deh ya, cha time aja ga ada bangkunya kok.
4. Popbox
Setelah memotret pintu depan Heritage dan hendak melewati stasiun kereta anak-anak, saya berhenti mendadak. Ada kotak merah besar di tengah-tengah dengan posisi menyamping.
Bentuknya seperti mini loker dan rupanya memang iya. Menurut situsnya www.popbox.asia ini adalah layanan drop and pickup delivery. Jadi paket yang dikirim akan dimasukkan oleh kurir kemudian si penerima akan menerima SMS berikut pin untuk membuka loker. Setelah nomor pin dimasukkan di counter popbox yang dituju, lokernya akan terbuka secara otomatis.
Mungkin semacam post office box untuk publik. Menarik juga ya. Nah yang ini masih gres banget karena belum ada yang omongin di grup wa ibu-ibu kalcit hehehe ... Mesinnya sempat saya coba juga masih loading.
Ada sih update lain, seperti Gold's Gym sudah mau buka. Meccanism sekarang buka toko sendiri, ga lagi pakai stan. Toko urban & co sekarang makin besar. Dan ada tenant nge teh baru, tong Thai kalau ga salah. Kalau yang kecil-kecil saya ga hapal.
Ok segitu dulu update Kalibata City Square dan sekitarnya. Belum sekeren mal yang di pinggir sana itu siiiy ... Lumayan deh daripada lu manyun =D
1. Heritage
Bagi yang suka ke Bandung dan kudu mampir ke Heritage, nah ada niy di Kalibata City Square. Hari pembukaannya pada awal Juli itu bikin heboh penghuni Kalibata City, padahal diskonnya cuma 10%. Maklum, mau lebaran. Tapi jadinya pas besok-besok mau ke sana, malah takut kembaran sama tetangga hahaha. Habis emang puenuuuh banget. Sekarang sih dah lowong.
2. Sevel aka 7 Eleven
Agak terlambat memang niy sevel masuk Kalcit. Bertempat di tower Gaharu, awalnya spot sevel ini ditempati oleh Superoti selama beberapa tahun. Eh mereka ga jadi bikin dapur lagi di sana dan dalam semalam berubah menjadi Sevel. Saya sampai kepengen sahur di sana tapi ga kesampean euy. Suami yang senang, rutinitas waktu masih di Tebet jadi bisa diulang lagi. Istri ga bikin kopi? No problem.
Sevel ini pun satu-satunya minimarket yang buka saat idul fitri. Jadi pagi setelah shalat ied, ada antrian deh di sana. Kayanya selama ramadhan juga penuh aja mejanya sama yang minum or makan hehehe yah cuma tiga meja gitu loh.
3. Ice Land
Biasanya kalau beli es krim cone, saya ngantri ke Lotteria. Lebih murah sedikit daripada KFC. Nah, kemarin itu kehabisan. Keliling-keliling, eh ketemu tenant es krim baru di depan Planet bookstore. Beli yang cone buat anak-anak, cukup 5rb. Tingginya kaya cone monas-nya A&W. Murah meriaaah. Ada beberapa cara penyajian di Ice Land; sundae, waffle, dan crepe.
Sundae-nya kayanya lebih sedikit dari Lotteria dan KFC, tp padat banget, jadi ga gampang mencair. Padahal saya sukanya makanin es krim yang dah mau cair hehehe ...
Sedangkan yang crepe adalah wafer berbentuk mangkok dan di dalamnya diisi es krim dan kue bronis. Enak juga hehehe ... Sayang ga ada bangku-bangku di sekitarnya. Jadi ya makannya nebeng sama foodcourt. Ga papa deh ya, cha time aja ga ada bangkunya kok.
4. Popbox
Setelah memotret pintu depan Heritage dan hendak melewati stasiun kereta anak-anak, saya berhenti mendadak. Ada kotak merah besar di tengah-tengah dengan posisi menyamping.
Bentuknya seperti mini loker dan rupanya memang iya. Menurut situsnya www.popbox.asia ini adalah layanan drop and pickup delivery. Jadi paket yang dikirim akan dimasukkan oleh kurir kemudian si penerima akan menerima SMS berikut pin untuk membuka loker. Setelah nomor pin dimasukkan di counter popbox yang dituju, lokernya akan terbuka secara otomatis.
Mungkin semacam post office box untuk publik. Menarik juga ya. Nah yang ini masih gres banget karena belum ada yang omongin di grup wa ibu-ibu kalcit hehehe ... Mesinnya sempat saya coba juga masih loading.
Ada sih update lain, seperti Gold's Gym sudah mau buka. Meccanism sekarang buka toko sendiri, ga lagi pakai stan. Toko urban & co sekarang makin besar. Dan ada tenant nge teh baru, tong Thai kalau ga salah. Kalau yang kecil-kecil saya ga hapal.
Ok segitu dulu update Kalibata City Square dan sekitarnya. Belum sekeren mal yang di pinggir sana itu siiiy ... Lumayan deh daripada lu manyun =D
Langganan:
Postingan (Atom)






