Tampilkan postingan dengan label aktivitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aktivitas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2016

RABUku: Mengisi Ramadhan dengan Play Time!


Bagi ibu-ibu dengan bocah-bocah seperti saya, bulan ramadhan suka bikin mati gaya. Maklum anak tertuanya masih TK dan pasti sudah libur di awal puasa. Lebaran masih jauh, ga mudik juga, terus anak-anak 24/7 di rumah dalam pengawasan saya. Di titik lapar itu, saya jadi suka baper. Bosan melanda. Anak-anak juga. Apalagi yang lagi belajar puasa. Pengalihannya ya harus sesuatu yang baru, nah itulah jadi pe er emaknya.
Makanya saya senang sekali ketika ada yang menawarkan buku yang baru keluar dari oven dengan tajuk "Play Time!". Saat beli, saya belum lihat isinya, agak deg-degan sih dengan apa yang ditawarkan dari buku ini secara ada begitu banyak buku tentang main yang saya miliki dan sebanyak itulah buku yang tidak pernah saya buka dengan alasan malas mengaplikasikannya.

Play Time adalah buku yang menunjukkan 10 ragam aktivitas yang dapat dilakukan bersama keluarga. Kok, Cuma 10? Kalah dong sama buku yang lain? Trust me, kamu pun ga bakal nafsu beraktivitas kalau bukunya setebal 300 halaman. Saya punya buku aktivitas setebal itu, gede pula. Melihatnya saja, lelah.

Lalu apa yang membuat ini menarik? Pertama, jumlah aktivitas yang tidak terlalu banyak ini membuat kemungkinan terwujudnya lebih besar. Karena lebih fokus. Kedua, barang yang dibutuhkan mudah didapat. Dari ke sepuluh kegiatan, saya punya semua barangnya. Jadi, ga bisa ada alasan susah atau malas cari bahan. Ketiga, buku ini bukan tentang kamu jadi pakar prakarya dengan botol atau dengan sedotan. It has actually a little of something from everything. Sehingga aneka kreasinya beragam. Mulai dari membuat pesawat luncur dari botol, hingga membuat gunung berapi. Mulai dari playdough hingga membuat lukisan tiga dimensi. Keempat, penulis tidak omong kosong saat mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan keluarga, karena kalau dikerjakan sendirian tidak seru.

Playtime adalah buah karya Yanuar Rahman & Devi Azhar dari Familia Kreativa yang juga menelurkan seri Drawing Mama. Diterbitkan oleh Elex Media Komputindo berarti kamu pasti bisa menemukannya di toko buku terdekat dengan harga Rp48500,- yaa ... It's play time!

Kamis, 19 Mei 2016

KAMYStory: Asyik Mewarnai bersama Anak


Tren mewarnai kini sedang mewabah. Para illustrator Indonesia kebanjiran ide dan order untuk buku-buku mewarnai yang semakin menjamur. Ada yang dalam bentuk buku ukuran besar atau kecil bahkan kini menjual dalam bentuk poster siap dibingkai. Yang awalnya berjudul Colouring for adults, jadi ada versi anak-anak atau segala usia. Tak hanya mewarnai, sekarang ada pula yang namanya Doodle, alias coret-coret ala saya waktu sekolah dulu ^^. Terutama untuk pelajaran yang banyak cerita atau hapalannya.


Memang sudah lama sekali sejak saya rutin coret-coret, karena memang tidak ada waktunya lagi sejak berhenti kerja. Sampai kemudian si sulung mengajak saya turut mewarnai bersamanya. Biasanya, kami menggambar atau mewarnai masing-masing. Makanya saya sebenarnya agak enggan menurutinya karena buku mewarnainya kecil, ya ga nyamanlah buat mewarnai bersama. Dan lagian masih ada anak nomor dua, mau taruh di mana tuh tangan n krayon?

But then again, saat bermain dengan anak memang sejatinya menyingkirkan pikiran-pikiran rumit seperti itu. Just do it. And, it turned out to be Fun ^^


Saat menghadiri #playdateStaedtler di twin house, Sabtu lalu, saya jadi bersemangat karena ini akan jadi playdate yang tenang. Hehehe tenang tapi berantakannya tingkat tinggi. Itu yang biasanya terjadi di rumah kami saat anak-anak memutuskan untuk mewarnai dan hal lain di sekitarnya. Well, bagi anak kedua dan ketiga saya peralatan mewarnai lebih menarik dijadikan alat bermain yang lain seperti memilah warna, bongkar-bongkar untuk si bayi, membuat bentuk-bentuk dari pensil warna atau spidol, dan lain-lain. Eh rupanya mba Danesya alias Mama Dio yang menjadi pembicara di playdatestaedtler baru saja mengadakan giveaway tentang aktivitas anak dengan pensil warna yang ternyata membuahkan banyak ide-ide bermain yang menarik dengan pensil warna selain untuk mewarnai.


Pensil warna sekaligus cat air staedtler sendiri pun juga memiliki multi kebiasaan. Selain berfungsi sebagai pensil warna dan bisa berubah menjadi cat air-waktu saya SD hal ini ajaib sekali ^^ tapi juga bisa digunakan di berbagai media seperti Kanvas dan tas blacu. Seperti yang kami lakukan kemarin.


Saya dan Safir memilih tas blacu sebagai media. Tapi akhirnya lebih memilih menggunakan spidol ketimbang pensil warna. Kakaknya malah yang kemudian sibuk mewarnai dengan pensil di buku gambar yang juga termasuk dalam goodie bag. Serasa dapat harta Karun gitu mereka.




Biasanya kalau lagi tandem mewarnai sama anak, mereka suka sambil cerita macam-macam. Maklum, anak saya kadang ga mau jawab kalau ditanya model interogasi gitu. Jadi sebenarnya ga tenang-tenang amat hehehe .. Begitu juga para emak-emak pun sharing tentang membagi waktu antara kegiatan anak dengan me time. Bagi ibu bekerja, me time-nya ya pas meeting. Bagi ibu rumah tangga, me time-nya tentu saja ketika anak tidur hehehe ....


 Dari sini pula saya mendapat informasi baru bahwa pensil berbentuk segi tiga yang juga dikeluarkan staedtler menjadi salah satu alat yang tepat dalam membantu anak-anak yang terlambat bicara untuk mengasah motorik halusnya. Bentuk segitiga ini memang pas dengan lekuk jari saat memegang pensil sehingga tidak membuat tangan cepat lelah.




Matahari semakin tinggi. Kami yang mewarnai di halaman twin house pun mulai merasa lapar. Walau hanya tangan yang bergerak, tapi mewarnai itu bisa bikin lapar banget hehehe ...


Sambil makan ya sambil ngobrol sama perwakilan staedtler Indonesia. Rupanya ini kali pertama membuat playdate karena ingin menampilkan pensil warna selain dalam wujud lomba. Staedtler juga rutin mengunjungi sekolah-sekolah untuk sesi mewarnai, bisa juga memberikan pelatihan bagi para guru TK. Perkantoran juga bisa kok. Katanya, kalau untuk perkantoran mereka akan berikan lembar mewarnai yang sangat besar sehingga bisa dikerjakan oleh kelompok berisi empat orang. Hmm semacam no gadget activity. Untuk membentuk hubungan yang real ^^ Cocok kan buat kantor yang banyak berkomunikasi via media digital.


 Begitu perut terisi dan memutuskan untuk pulang, anak-anak malah enggan. "Asyik banget di sini," katanya.

Iya deh yang baru dapat pensil warna dan spidol baru ^^

Lain kali buat lagi yaa staedtler Indonesia.

Minggu, 31 Mei 2015

hoMYNGGU: Mendadak Diliput tvOne Bareng Friday Fun Club

Serasa artis deh berita liputan melulu hehehe ... Saya baru mendadak (lagi) gabung sama komunitas di Kalibata City yang berjudul Friday Fun Club (FFC) ini dua minggu lalu. Minggu lalu malah tidak datang, dan kemarin saya memang harus datang karena mau bawa botol-botol selai. Lho kok?






Friday Fun Club atau FFC ini adalah komunitas yang rutin mengadakan kumpul-kumpul ibu-ibu dan anak-anak setiap hari Jumat (iyalah, namanya juga Friday). Kegiatan yang mengambil waktu pukul 13.30 ini biasanya diawali dengan membacakan buku, setelah itu baru kegiatan prakarya. Kegiatan prakarya ini bisa melibatkan anak-anak saja, atau ibu-ibu saja, atau kolaborasi ibu dan anak. Lokasinya pun bisa di mana saja, tetapi yang lebih sering digunakan adalah taman kolam Green Palace. Maklum unit-unit di Kalibata City kan pas-pasan jadi ga mungkin buat menampung 10 ibu-ibu plus anak-anaknya hehehe ....

Saya sendiri sudah setahunan lalu mendengar soal FFC. Waktu itu karena koekieku mau sponsor doorprize event FFC. Itu pun ga langsung tahu bahwa penyelenggaranya adalah FFC, hanya kebetulan lihat di spanduknya/ Saya juga ga ngeh sama orang-orangnya, kaya pernah ketemu tapi siapa ya?  Leave me wonder ....  apa ya itu?

Gaung FFC terdengar lagi ketika saya membaca artikel tentang FFC di harian Kompas dan saya manggut-manggut manyun saat membacanya. Kalau lihat dari foto-fotonya kok ya ga ada yang kenal. Yah, namanya emak-emak kurang gaul kaya saya mungkin agak diragukan bisa kenal banyak orang di Kalibata City. Bahkan suami pun meledek karena dia banyak bertemu teman-temannya di sini.

Kemudian, saya dapat kabar FFC setelah Malika ikut pengajian di masjid Nurullah Kalibata City. Rupanya salah satu member FFC ada di situ dan memberi kabar terkait wawancaranya di Women Radio. Konon, anggotanya dulu adalah para ibu-ibu yang menunggu anak-anak mengaji, tapi karena pengajian itu hanya Senin--Kamis maka di hari Jumatnya dijadikan waktu untuk kumpul-kumpul lagi. Saat itu saya masih belum tahu syarat dan ketentuan bisa ikutan kegiatan FFC. Bukan pemburu komunitas sih, saya kan pemalu, tapi isu FFC ini kok ya bolak balik di mata dan kepala saya.

Dan datanglah undangan itu. Bukan undangan keanggotaan. Undangan ulangtahun salah satu anak. Kebetulan pernah tinggal satu tower walau saat itu tidak benar-benar saling menyapa. Dilalah ketemu lagi di Gen Cerdik dan akhirnya dapat undangan ulangtahun yang digabung dengan kegiatan FFC. Saat itulah saya ber-ooooooo ini toh.



Karena insting kepo saya rendah, memang bukan insting reporter, jadi saya tidak banyak tanya bahkan ketika nomor hp saya masuk ke grup WA FFC. Paling saya SKSD aja hahaha .... Sok nimbrung dikit-dikit. Dan ketika saya tawarkan botol-botol selai untuk dijadikan wadah melukis--karena mau ada sesi melukis bareng pelukis beneran--ealah ada liputan. Alhamdulillah jadi bisa agak kosongin lemari hihihiy ...



Liputannya sendiri jadi memundurkan jadwal FFC, para ibu jadi gelisah, ngeri pas saat liputan anak-anak sudah masuk fase rewel karena lelah. Yah, ada juga sih drama anak-anak, mau bagaimana lagi. Enak juga karena ada anak-anak yang lebih besar sehingga bisa dilibatkan untuk membacakan buku. Saat melukis ... heboh cat acrylic. Kegiatan ini memang menarik perhatian orang, secara di tengah taman gitu. Yang rewel jadi agak lupa deh.




Keren juga nih mama-mama. Pas di WA saja pada bertebaran karya-karya si mama-mama ini yang bikin saya mengucap sendiri, "Ebuset, sempet yak." Alhamdulillah ketemu ladang ilmu lagi. Mudah-mudahan jodohnya panjang soalnya sekarang saya bisa menyapa lebih banyak orang di Kalibata City ketimbang suami hahahah ....