Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2016

Agar Si Bayi dengan Kulit Sensitif tetap Aktif




"Bu, nanti untuk mandi dede bayinya pakai Lactacyd ya bu. Tahu, kan?” tanya seorang dokter spesialis anak ke saya.
“Iya, saya punya di rumah. Yang pink itu, kan” jawab saya percaya diri.
“Bukan.” Terdengar suami mendengus sambil geleng-geleng.
“Ini lactacyd baby. Saya tuliskan di resep ya.” Kata dokternya lagi.
 “Masa mau dipakaikan lactacyd kamu sih, yang bener aja?” gumam suami sekeluarnya kami dari ruang dokter.
Ya, maap. Kirain bisa multifungsi.

Foto Si Sulung, enam tahun lalu
Hayo, coba cari mana Lactacyd Baby-nya?


Itu enam tahun lalu.
Kala itu si sulung baru mengalami bulan pertamanya di dunia dan kemudian ditemukan ada semacam burik/panau di pahanya. Biasalah, anak pertama. Bingung dong. Akihrnya ketika jadwal imunisasi, kami konsultasikan hal ini dan kemudian dokter meresepkan Lactacyd Baby (iyes, ada babynya dan warnanya biru). Yah, itulah pertama kalinya saya tahu bahwa lactacyd bukan melulu tentang masalah kewanitaan ^^ Dari si sulung lalu ada anak kedua, hingga anak ketiga ... ketiganya kebagian diberi resep lactacyd baby. Lah, ini kenapa anak zaman sekarang pada sensi kulitnya ya? Apa kualitas air kita semakin buruk?



Pada event Mother & BaBy di Igor’s Pastry & Cafe di Wijaya, Sabtu kemarin, saya jadi tahu lebih banyak tentang kulit sensitif bayi dan terutama tentang si Lactacyd. Karena jujur, walau sudah digunakan untuk tiga anak, saya belum yakin apakah saya menggunakannya dengan tepat atau tidak.



Dalam video lactacyd baby dan ditekankan dalam penjelasan Dokter Liem Hua Ling bahwa kulit bayi itu memang lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Hal itu dikarenakan selain lapisannya lebih tipis, juga karena ph-nya lebih tinggi, yaitu sekitar 6-7. Keadaan itulah yang menyebabkan mudahnya mengalami iritasi seperti kemerahan, gartal, sibarrhea, dan ruam popok. Nah, untuk meminimalisir iritasi, maka para orangtua harus pandai-pandai memilih popok, pakaian bayi, dan cairan pembersih untuk pakaian atau untuk mandi yang aman untuk kulit bayi. Satu lagi, pilihlah cairan pembersih yang sudah teruji secara klinis dan yang membantu menurunkan ph bayi seperti ph normal dewasa.



Dipandu oleh MC Sisca Baker, Tara Amel @mamaofsnow sebagai blogger mom berbagi cerita ketika anaknya mengalami iritasi, dia kemudian mencari informasi dan ternyata di forum-forum, Lactacyd Baby memang banyak direferensikan oleh para ibu untuk bayi mereka. Ternyata, yang kulitnya sensitif bukan bayi saya doang hehehe ... Di acara ini saya menemukan ada banyak mama-mama yang memiliki anak dengan ragam kesensitifan kulit. Aku tidak sendiriaaaan. Ada yang memang keturunan, ada juga karena faktor luar atau pencetus.

Saya jadi ingat si bungsu, whew urusan kulitnya ga kelar-kelar. Mungkin ph-nya juga tinggi sehingga setiap kali berkeringat maka akan timbul merah-merah di leher dan tangan. Belum lagi soal alergi makanan. Eh, tapi ini sebenarnya si bungsu sensitif kulitnya atau alergi?

Menurut Dr. Liem alergi itu sendiri mempunyai definisi reaksi berlebihan dari kulit atau tubuh yang disebabkan oleh benda asing. Jadi alergi dapat mencakup seluruh tubuh, sedangkan sensitif biasanya hanya pada area tertentu. Biasanya di daerah lipatan tuh, makanya para orangtua tidak boleh malas membersihkan area lipatan pada bayi.

Disebutkan Lactacyd Baby mengandung ekstrak susu untuk menjaga kelembaban kulit bayi. Nah, kalau yang alergi susu bagaimana?

Mba Marketing Communication dari Lactacyd Baby menjelaskan  bahwa alergi susu pada anak itu sifatnya lactose intollerant. Artinya terkait dengan saluran pencernaan. Sedangkan Lactacyd Baby digunakan untuk bagian luar tubuh. Hmm bolehlah Dek, nenek kasihan karena kamu ga bisa minum susu sapi, tapi kamu selalu bisa mandi susu ^^



Nah, saya baru dapat pencerahan nih. Ketika si bungsu lagi panen merah-merah di badannya, saya seperti biasa menggunakan lactacyd yang diteteskan ke dalam bak mandinya. Eh tapi kok lama banget sih hilangnya? Kan si baby ini tumben awet putihnya, jadi kalau lihat kulitnya bruntusan gitu kasihan.

Ternyataaaaaa .... penggunaan lactacyd baby dengan cara mencampurkan 3-4 sendok teh lactacyd baby ke dalam air mandi bayi itu untuk perawatan. (hmm ... kemarin itu nyampe 3-4 sendok teh ga ya? Mikir sendiri). Kalau anaknya  sedang kumat iritasinya maka teteskan lactacyd baby ke kapas atau kain kasa lalu ditotol-totol (iki opo ya bahasane ^^’) ke bagian yang iritasi.

Info ini saya dapat dari testimoni seorang mama yang duduk di samping saya loh. Hoalaaah .. coba kalau si mama ini ga mengacungkan tangan, mungkin saya masih tersesat.

Oh, ada satu lagi, untuk si kulit sensitif air mandinya justru disarankan yang suhu ruang, bukan yang terlalu hangat atau terlalu dingin. Air dingin akan meningkatkan ph kulit bayi. Air yang terlalu hangat akan membuat kulit yang teriritasi jadi gatal. Dan mandikan bayi tidak lebih dari lima menit. Nah loooh ... yang suka berlama-lama di kamar mandi ^^ (tunjuk tangan).

Okelah kalau begitu, selanjutnya akan lebih baik memafaatkan Lactacyd Baby. Apalagi si bungsu lagi lucu-lucunya niy, biar si bayi berkulit sensitif ini bisa tetap aktif, ga sibuk urus gatal-gatal sana sini.

Kamis, 19 Mei 2016

KAMYStory: Asyik Mewarnai bersama Anak


Tren mewarnai kini sedang mewabah. Para illustrator Indonesia kebanjiran ide dan order untuk buku-buku mewarnai yang semakin menjamur. Ada yang dalam bentuk buku ukuran besar atau kecil bahkan kini menjual dalam bentuk poster siap dibingkai. Yang awalnya berjudul Colouring for adults, jadi ada versi anak-anak atau segala usia. Tak hanya mewarnai, sekarang ada pula yang namanya Doodle, alias coret-coret ala saya waktu sekolah dulu ^^. Terutama untuk pelajaran yang banyak cerita atau hapalannya.


Memang sudah lama sekali sejak saya rutin coret-coret, karena memang tidak ada waktunya lagi sejak berhenti kerja. Sampai kemudian si sulung mengajak saya turut mewarnai bersamanya. Biasanya, kami menggambar atau mewarnai masing-masing. Makanya saya sebenarnya agak enggan menurutinya karena buku mewarnainya kecil, ya ga nyamanlah buat mewarnai bersama. Dan lagian masih ada anak nomor dua, mau taruh di mana tuh tangan n krayon?

But then again, saat bermain dengan anak memang sejatinya menyingkirkan pikiran-pikiran rumit seperti itu. Just do it. And, it turned out to be Fun ^^


Saat menghadiri #playdateStaedtler di twin house, Sabtu lalu, saya jadi bersemangat karena ini akan jadi playdate yang tenang. Hehehe tenang tapi berantakannya tingkat tinggi. Itu yang biasanya terjadi di rumah kami saat anak-anak memutuskan untuk mewarnai dan hal lain di sekitarnya. Well, bagi anak kedua dan ketiga saya peralatan mewarnai lebih menarik dijadikan alat bermain yang lain seperti memilah warna, bongkar-bongkar untuk si bayi, membuat bentuk-bentuk dari pensil warna atau spidol, dan lain-lain. Eh rupanya mba Danesya alias Mama Dio yang menjadi pembicara di playdatestaedtler baru saja mengadakan giveaway tentang aktivitas anak dengan pensil warna yang ternyata membuahkan banyak ide-ide bermain yang menarik dengan pensil warna selain untuk mewarnai.


Pensil warna sekaligus cat air staedtler sendiri pun juga memiliki multi kebiasaan. Selain berfungsi sebagai pensil warna dan bisa berubah menjadi cat air-waktu saya SD hal ini ajaib sekali ^^ tapi juga bisa digunakan di berbagai media seperti Kanvas dan tas blacu. Seperti yang kami lakukan kemarin.


Saya dan Safir memilih tas blacu sebagai media. Tapi akhirnya lebih memilih menggunakan spidol ketimbang pensil warna. Kakaknya malah yang kemudian sibuk mewarnai dengan pensil di buku gambar yang juga termasuk dalam goodie bag. Serasa dapat harta Karun gitu mereka.




Biasanya kalau lagi tandem mewarnai sama anak, mereka suka sambil cerita macam-macam. Maklum, anak saya kadang ga mau jawab kalau ditanya model interogasi gitu. Jadi sebenarnya ga tenang-tenang amat hehehe .. Begitu juga para emak-emak pun sharing tentang membagi waktu antara kegiatan anak dengan me time. Bagi ibu bekerja, me time-nya ya pas meeting. Bagi ibu rumah tangga, me time-nya tentu saja ketika anak tidur hehehe ....


 Dari sini pula saya mendapat informasi baru bahwa pensil berbentuk segi tiga yang juga dikeluarkan staedtler menjadi salah satu alat yang tepat dalam membantu anak-anak yang terlambat bicara untuk mengasah motorik halusnya. Bentuk segitiga ini memang pas dengan lekuk jari saat memegang pensil sehingga tidak membuat tangan cepat lelah.




Matahari semakin tinggi. Kami yang mewarnai di halaman twin house pun mulai merasa lapar. Walau hanya tangan yang bergerak, tapi mewarnai itu bisa bikin lapar banget hehehe ...


Sambil makan ya sambil ngobrol sama perwakilan staedtler Indonesia. Rupanya ini kali pertama membuat playdate karena ingin menampilkan pensil warna selain dalam wujud lomba. Staedtler juga rutin mengunjungi sekolah-sekolah untuk sesi mewarnai, bisa juga memberikan pelatihan bagi para guru TK. Perkantoran juga bisa kok. Katanya, kalau untuk perkantoran mereka akan berikan lembar mewarnai yang sangat besar sehingga bisa dikerjakan oleh kelompok berisi empat orang. Hmm semacam no gadget activity. Untuk membentuk hubungan yang real ^^ Cocok kan buat kantor yang banyak berkomunikasi via media digital.


 Begitu perut terisi dan memutuskan untuk pulang, anak-anak malah enggan. "Asyik banget di sini," katanya.

Iya deh yang baru dapat pensil warna dan spidol baru ^^

Lain kali buat lagi yaa staedtler Indonesia.

Senin, 21 Desember 2015

Tidur Lelap untuk Bayi Pintar dan Ibu Sehat

Jangan pernah meremehkan pentingnya tidur yang lelap. Deepak Chopra menjelaskan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa saat seseorang tidur lelap, racun-racun dalam tubuh akan keluar. Sebaliknya saat seseorang tidak mengalami tidur yang berkualitas akan rentan terkena obesitas, peradangan, gangguan usus, bahkan Alzheimer. Nah, loh!


Padahal untuk ibu-ibu punya bayi seperti saya bisa tidur lelap bin pulas apalagi lama itu adalah peristiwa langka. Tahu dong kenapa, karena si bayi sebentar-sebentar bangun dan nangis. Saking langkanya kalau ditanya mau hadiah apa di Hari Ibu mendatang, tak sedikit yang bilang, "saya cuma mau tidur."


Nah, dalam rangka inilah produsen pospak pertama dan nomor satu di dunia, Pampers, mengadakan temu blogger ibu-ibu di Hotel Double Tree by Hilton Cikini pada Sabtu lalu. Dokter  Dr. dr. Soedjatmiko SpA (k), Msi, hadir sebagai pembicara pertama menjelaskan bahwa tidur adalah proses stimulasi. Bayi akan terganggu tidurnya dikarenakan dua hal, suara dan lingkungan. Suara meliputi bising, teriak, dan semacamnya, sedangkan lingkungan bisa dikarenakan panas, dingin, pakaian atau popok yang basah karena urin atau muntah.


Yang perlu digarisbawahi adalah sewajar apa pun bayi yang kerap terbangun, ternyata jika kondisi tidur pulas (kondisi REM dan non REM) tak kunjung bisa diraih bayi hingga usia dua tahun maka si anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan emosi, fisik, hingga kognitif. Tuh, bahaya kan?


Siapa pun juga tak tega melihat bayi yang tidak nyaman tidurnya. Begitu juga dengan salah satu karyawan P & G. Beliau seorang kakek yang kasihan melihat cucunya tidur gelisah dengan popok kainnya. Lalu dia pun terpikir untuk menciptakan popok sekali pakai yang nyaman dipakai. Itulah asal muasal Pampers, 59 tahun yang lalu. Pionir sejati hingga kata 'pampers' menjadi jamak digunakan secara internasional alih-alih 'diapers'.


Artika Sari Devi selaku brand ambassador Pampers pun berbagi pengalamannya terkait membuat anak bisa tidur dengan nyenyak. Menurutnya ritual-ritual yang harus dijaga adalah memastikan anak kenyang, tirai ditutup dan penerangan diredupkan, dan jangan lupa membacakan cerita (eh sama dengan saya dong). Memastikan pakaian dan spreinya bersih terutama pospak sebagai bahan yang paling dekat dengan kulit bayi.


Ibu dari Abby dan Zoey ini menyebutkan bahwa anak pertamanya sempat mengalami dermatitis atopik. Yaitu sebuah keadaan si bayi mengalami biang keringat parah dan tidak bisa disembuhkan karena faktor keturunan. Time will heal, katanya ... Sehingga ketika Artika beralih ke Pampers terasa banget perbedaan kualitas tidur anaknya. Dilalah pas anak kedua tidak ada masalah sama sekali, jadi santai banget ....


Wah, jangan-jangan sama dengan #babyMeutia niy. Biang keringatnya parah banget dan walau dia termasuk bayi anteng walau gatal, saya curiga dia semakin sering bangun bukan hanya karena lapar tapi juga karena biang keringatnya merambah ke bokong. Sebagai pengguna pospak di saat anak tidur, makanya berusaha pilih pospak yqng bisa tetap nyaman digunakan dalam waktu lama. Nah, Dia mungkin bisa garuk-garuk kepalanya, tapi bokongnya? Pe er banget ^^' jadi kasihan.


Padahal aneh juga saya pikir, sudah pakai AC kok bokongnya malah keringetan? Ternyata, pospak yang saya pakai tidak se-breathable seperti Pampers. Butiran gel Pampers tidak hanya mengunci basahan lebih cepat, juga terbukti 99,9% kering. Eh ini ga cuma iklan. Pada even Pampers Baby Active ini ada pembuktiannya secara langsung. Saya kalau ga lihat sendiri juga suudzonnya ah itu pasti trik kamera. Eh ternyata beneran. Tak hanya itu, Pampers juga tidak menghalangi kulit bokong untuk bernapas. Demonstrasinya menarik deh, ada air hangat dituang ke Pampers, lalu dibalik dan ditutup gelas kosong, hasilnya? Berembun. Magic. Hehehe se-magic dokter Soedjatmiko yang sempat-sempatnya melakukan aksi sulap saat pembahasan materi.


So, it was a fun event. Baby Meutia ga rewel, digemesin sama Artika, difotoin sama ibu-ibu yang lain malah, pulangnya bawa Pampers sekantung. Alhamdulillah. Kado buat bayi, kado buat ibunya juga hehehe yuk bobo dulu ah. ^.^ Siapa tahu bisa foto Meutia lagi bobo cantik #pakaiPampers. Tanggal 22 Desember 2015 nanti bagi yang memiliki bayivberusia 0-36 bulan bisa upload foto si kecil dan testimoni ibu dengan hashtag #pakaiPampers ke wall fanpage Pampers Indonesia. Menangkan kesempatan untum si kecil jadi model di majalah Mother & Baby bersama Brand Ambassador Pampers Indonesia, Artika Sari Devi. Asyiik ^.^https://mobile.facebook.com/PampersIndonesia?fc=f&showPageSuggestions&_rdr