Tampilkan postingan dengan label gazebo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gazebo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Agustus 2014

VENUE REVIEW: Menghadiri Pernikahan di The Centrum, Bandung

Beberapa waktu lalu suami mendapat undangan pernikahan rekan kantornya di Bandung. Ini sudah kesekian kalinya sih ke Bandung dalam rangka menghadiri pernikahan teman suami, maklum dulunya kuliah di negeri kembang ini. Namun, baru yang satu ini bisa ditulis reviewnya, hehehe baru sadar blog.

Seperti kebanyakan pernikahan di Bandung,  mereka sering sekali mengadakannya di kafe atau restoran atau yah di rumah sekalian, yah setidaknya teman-temannya suami banyak memilih di situ. Tidak seperti kebanyakan pernikahan di Jakarta yang menggunakan gedung-gedung khusus untuk itu. Mungkin juga karena terkait jumlah tamu dan area parkir.

The Centrum ini terletak di Jl. Belitung no. 10 Jawa Barat. Posisinya menghadap taman musik (kebetulan saat digelar, bersamaan dengan peresmian taman ini) dan di samping Taman Lalu Lintas. Yang artinya kawasan ini sebenarnya cukup sepi kalau malam, mungkin karena taman musiknya belum jadi titik temu kali ya ...



Para penerima tamu seperti biasa ditempatkan setelah pintu masuk, tetapi kami tidak serta merta dapat melihat pengantinnya karena ada tembok. Khas kafe privat lah. Kami digiring melewati jalur kiri untuk bisa melihat ada apa di balik tembok itu. Ternyata sebuah area terbuka dengan kolom-kolom di tepian dan kolam di tengahnya. Pelaminan itu sendiri terletak di antara kolam.
Saya terbayang, mungkin kolom-kolom itu sebenarnya sejenis gazebo beton pada fungsi awalnya. Sedangkan hanya beberapa sofa yang akan bercokol di bagian sekitar tepi kolam. Pikir saya, wah pe er nih jagain anak-anak. Maklum, tepian kolam hanya dibatasi dengan tali tambang dua tingkat.

Dekorasi sih kayanya minimalis yang manis, tidak ada unsur kedaerahan tertentu yang ditonjolkan. Buffet di gelar di seberang kolam, sedangkan ada masing-masing 2 ‘gubuk’ di kolom kiri dan kanan. Suasananya agak santai ya, karena para tamu jadi melepaskan sepatunya saat berkumpul di kolom-kolom tersebut. Untunglah saya ga pakai songket, hehehe. Meuni rempong.

Kalau dilihat dari luas tempat ini sih kayanya ga cocok ya untuk 500 undangan. Ngeri kesenggol ke kolam. Namun, rupanya saya melupakan sisi lain, bagian atas. Bagian atas ini dicapai melalui tangga di dua sisi setelah pintu masuk, jadi yah saya agak keluar lagi dari area pengantin baru bisa naik. Mungkin si pengantin juga tidak menyebar 500 undangan karena bagian atas ini praktis sepi. Bisa jadi karena tidak ada konter makanan di sini. Tapi bagian atas ini terasa lapang karena setara dengan kolom-kolom di bawahnya, tapi yah ga pakai kolom melainkan meja dan kursi biasa. Mungkin buat yang merokok lebih leluasa secara lebih berangin dan lebih dekat melihat pesawat berseliweran. Letaknya lebih dekat ke bandara kali ya, kok ya gede banget itu pesawat bolak balik?


Anyway, kayanya memang tempatnya ga cocok buat yang tema tradisional yang pakai penari, nanti orang berebut lihat, eh nyemplung hehehe.... Dan saya sebenarnya agak terganggu dengan fakta pada buka sepatu saat lesehan, kesannya gimana gitu. Mix n match konsepnya agak ga match (halah). Bisa jadi karena sayanya saja yang tidak terbiasa. ^^