Beberapa waktu lalu suami mendapat undangan pernikahan rekan
kantornya di Bandung. Ini sudah kesekian kalinya sih ke Bandung dalam rangka
menghadiri pernikahan teman suami, maklum dulunya kuliah di negeri kembang ini.
Namun, baru yang satu ini bisa ditulis reviewnya, hehehe baru sadar blog.
Seperti kebanyakan pernikahan di Bandung, mereka sering sekali mengadakannya di kafe
atau restoran atau yah di rumah sekalian, yah setidaknya teman-temannya suami
banyak memilih di situ. Tidak seperti kebanyakan pernikahan di Jakarta yang
menggunakan gedung-gedung khusus untuk itu. Mungkin juga karena terkait jumlah
tamu dan area parkir.
The Centrum ini terletak di Jl. Belitung no. 10 Jawa Barat.
Posisinya menghadap taman musik (kebetulan saat digelar, bersamaan dengan
peresmian taman ini) dan di samping Taman Lalu Lintas. Yang artinya kawasan ini
sebenarnya cukup sepi kalau malam, mungkin karena taman musiknya belum jadi
titik temu kali ya ...
Para penerima tamu seperti biasa ditempatkan setelah pintu
masuk, tetapi kami tidak serta merta dapat melihat pengantinnya karena ada
tembok. Khas kafe privat lah. Kami digiring melewati jalur kiri untuk bisa
melihat ada apa di balik tembok itu. Ternyata sebuah area terbuka dengan
kolom-kolom di tepian dan kolam di tengahnya. Pelaminan itu sendiri terletak di
antara kolam.
Saya terbayang, mungkin kolom-kolom itu sebenarnya sejenis
gazebo beton pada fungsi awalnya. Sedangkan hanya beberapa sofa yang akan
bercokol di bagian sekitar tepi kolam. Pikir saya, wah pe er nih jagain anak-anak.
Maklum, tepian kolam hanya dibatasi dengan tali tambang dua tingkat.
Dekorasi sih kayanya minimalis yang manis, tidak ada unsur
kedaerahan tertentu yang ditonjolkan. Buffet di gelar di seberang kolam,
sedangkan ada masing-masing 2 ‘gubuk’ di kolom kiri dan kanan. Suasananya agak
santai ya, karena para tamu jadi melepaskan sepatunya saat berkumpul di
kolom-kolom tersebut. Untunglah saya ga pakai songket, hehehe. Meuni rempong.
Kalau dilihat dari luas tempat ini sih kayanya ga cocok ya
untuk 500 undangan. Ngeri kesenggol ke kolam. Namun, rupanya saya melupakan
sisi lain, bagian atas. Bagian atas ini dicapai melalui tangga di dua sisi
setelah pintu masuk, jadi yah saya agak keluar lagi dari area pengantin baru
bisa naik. Mungkin si pengantin juga tidak menyebar 500 undangan karena bagian
atas ini praktis sepi. Bisa jadi karena tidak ada konter makanan di sini. Tapi
bagian atas ini terasa lapang karena setara dengan kolom-kolom di bawahnya,
tapi yah ga pakai kolom melainkan meja dan kursi biasa. Mungkin buat yang
merokok lebih leluasa secara lebih berangin dan lebih dekat melihat pesawat
berseliweran. Letaknya lebih dekat ke bandara kali ya, kok ya gede banget itu
pesawat bolak balik?
Anyway, kayanya memang tempatnya ga cocok buat yang tema
tradisional yang pakai penari, nanti orang berebut lihat, eh nyemplung
hehehe.... Dan saya sebenarnya agak terganggu dengan fakta pada buka sepatu
saat lesehan, kesannya gimana gitu. Mix n match konsepnya agak ga match
(halah). Bisa jadi karena sayanya saja yang tidak terbiasa. ^^

