Tampilkan postingan dengan label MEIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEIS. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Mei 2014

Postingan ke-100: More Than One Hundred

Begitu melihat dasbor kemarin, saya terpaku pada angka, 99 pos. Alias sudah 99 tulisan blog yang saya publikasikan. Dan tulisan ini adalah tulisan ke-100 saya di portal melatikoekieku.blogspot.com terhitung sejak kira-kira kurang dari setahun yang lalu. Harusnya bikin giveaway kali ya. Ah, tapi masih tingkat cere begini.

Yang hendak saya tulis pun juga remeh temeh. Sebagai amatiran, yang paling menyenangkan adalah melihat angka jumlah viewer. Mungkin rasanya seperti sedang di bursa saham dan melihat nilai jual saham yang kita miliki meningkat drastis. Angka-angka ini bisa jadi hiburan bagi saya yang sudah lama tidak melihat statistik. Tentu statistik yang satu ini lebih menyenangkan karena tidak terkait dengan unsur rugi juga biaya.

Dan yang mau saya ceritakan adalah posting blog saya yang mencapai angka seratus lebih. Yeah, I know, ini angka belum apa-apa dibanding blogger yang lain. Namun, bagi saya ini justru menarik karena hanya beberapa yang mencapai seratus lebih. Lebih tepatnya hanya dua. Hehehe ....

Suatu hari, saya iseng melihat perolehan viewer setiap posting dan saya terkejut ketika melihat sebuah posting dari beberapa bulan lalu yang tanpa diduga mencapai 100. Dalam dunia penerbitan kondisi ini disebut longlasting book. Postingan ini tentang nonton konser di MEIS, Ancol. Saat penerbitannya di hari pertama justru tidak serta merta menarik pembaca, tetapi rupanya postingan ini terus menarik pembaca. Inilah kondisi longlasting post. Padahal tulisan ini lebih berisi keluhan nonton konser di MEIS. itu pun sudah satu setengah tahun yang lalu. Hanya saja waktu hendak menonton, saya memang kesulitan mencari referensi tentang tempat konser favorit grup Korea. Dan mungkin karena ada beberapa artis yang hendak main di sana di bulan Maret dan Juni (Bruno Mars dan Taylor Swift), maka situs pencari google jadi lebih sering menayangkan blogku. Yah, semoga bermanfaat =)

Sedangkan postingan yang satu lagi merupakan kondisi buku meledak atau di dunia blog disebut blog meledak. Postingan ini meledak sejak hari pertama dan masih terus menjaring pembaca. Sebuah postingan blog untuk lomba kampanye antimerokok oleh Zombigaret. Lucunya tulisan ini bahkan sempat membuat kakak saya percaya. Untung belum sempat telepon mama, bisa jantungan dengar anaknya divonis kanker paru-paru. Jadi tulisan ini cukup made my day lah. Jarang-jarang bikin tulisan yang bisa bikin reaksi cukup signifikan hingga saya harus menuliskan di kolom komen bahwa itu adalah fiksi (yang dicampur banyak nonfiksi hehehe).

Anyway, love this new blog. Dan saya akan tetap menulis. Hingga anak-anak saya turut menjadi follower blog saya hehehe ... Jika umur saya panjang.

Jumat, 21 Februari 2014

Nonton Konser di MEIS? Hadooooh ...

Bruno Mars mau datang Maret ini? Yes! Terus, Juni nanti Taylor Swift datang ke Indonesia? Yuhuuu, yess!! Di mana, di mana? Di MEIS!!! ck, damn ... :-/

Bagi sebagian besar orang, nonton konser adalah hal menyenangkan yang kudu dilakukan sebelum menikah. Nah, saya terbalik. Menikah, biar gampang kalau mau nonton konser. Maklum, mantan pacar dulu reporter kolom lifestyle.
namun, dunia berputar. Si mantan pacar tidak lagi reporter lifestyle. Dan kini jika si istri hendak pergi, pertanyaan pertama adalah 'anak-anak bagaimana?' -_-

Guess, tidak semua bisa dipaksakan kehendaknya. Dua tahun lalu, saking ngebetnya nonton konser untuk pertama kali, demi boyband Korea, BIGBANG, saya kasih full service buat suami sebagai penjaga dua bocah. Hasilnya? Gue bangkruut ... Itu karena konsernya di MEIS, Ancol.

MEIS atau Mata Elang International Stadium adalah versi indoor-nya pantai festival. Itu loh tempat dugem-dugem di pantai kalau ada DJ luar negeri konser. Tempat ini entah kenapa paling mulus di acc para artis luar negeri buat konser di sana. Padahal dari lokasi, ga ramah ibu-ibu banget! Ini alasannya:

1. Jauh
Ya, jauh banget. Ga hanya jauh dari pusat tapi juga jauh dari jalan raya. Jadi kalaupun mau menggunakan angkutan umum selain taksi bisa dibilang 'masuk bisa keluar sulit'. Taksi yang nongkrong pun mencurigakan semua. Ada kek pool resmi, blue bird kek, gamya kek, taxiku kek ... Kan kasihan para alay-alay yang nonton konser kudu jadi cabe-cabean dulu biar bisa pulang.

Ada sih yang nekat jalan kaki keluar Ancol, ya macet juga di dalam. Tapi di luar itu juga horor. Ancol dikelilingi jalur flyover dengan kali-kali dengan air hitam membentang di kiri-kanan jalan. Dan ... Minim pencahayaan. Ada siy tempat yang ramai lampu di dekat situ ... Night club .. Beuuh ...

Nah, kudu nunggu sampai pagi?

2. Berat di Ongkos
Oleh karena bawa keluarga, saya jadi banyak pengeluaran lain-lain. Ya penginapan (konon kalau ada yang konser di Ancol, hotel di sepanjang jalan Gunung Sahari pada penuh), sewa mobil (biar saya bisa pulang dengan selamat pascakonser), dan biaya lain-lain yang jumlahnya bisa sama dengan harga tiket yang sudah dibeli lewat calo. Malah lebih. Duh, benar-benar deh pengalaman pertama saya =).
Seharusnya pihak Ancol menyediakan angkutan internal yang tetap beroperasi hingga tengah malam. Biar sama-sama enak gitu.

3. Rugi Beli Seat di Balkon
Saya agak terkejut ketika mengetahui bahwa yang namanya seat di balkon itu benar-benar bagian balkon yang posisi duduknya tidak seperti stadium alias tidak miring. Jadilah para penonton meninggalkan kursi mereka dan merapat di pagar balkon. Untung gue ga beli di situ. Festival is the best lah.

4. Sistem Pintu Masuk dan Keluar yang Aneh
Waktu itu saya datang terlambat. Sudah jantung mau copot karena takut kebagian tempat yang ga bakal kelihatan TOP BIGBANGnya, saya jadi keder sama pintu masuknya. Mobil berhenti di lobi, tapi yang nonton kudu ambil pintu dari samping. Jadilah saya yang sudah lama sekali tidak olahraga, berlari masuk keluar cari pintu masuk. Dan MEIS itu settingannya mal. Mungkin ketika belum masuk, sengaja dibuat panjang rutenya biar muat.

Dan ketika konser usai, kita semua keluar dari berbagai pintu tapi begitu turun hanya bisa menggunakan satu akses. Ada satu sisi dengan dua eskalator dan tangga yang lebar di tengahnya. Anehnya, si tangga ditutup. Jadilah kita mengantri eskalator yang sempit dan ga dinyalain pulak. Sengaja dilamain kali ya, biar artisnya bisa aman tentram keluar venue =P
Bagi ibu-ibu kaya saya sudah sibuk lihat jam. Waktu itu, anak yang kecil belum 6 bulan jadi masih bangun tiap 2-3 jam.  Jadi, walau konsernya tepat waktu mulai dan selesainya, drama ngantri ini yang bikin malam terasa lammmaaaa ....

Ini sudah alhamdulillah, masih di Jakarta. Lha Justin Bieber? Sentul boook!

Nah yang kaya begini rasanya ingin coba nonton konser BIGBANG di luar negeri. Yang ga ada calo, akses transportasi umum oke (biar jauh dr pusat tapi transportasi oke mah ga masalah), pasti harganya ga beda jauh deeeh ...
Dan ketika saya lihat dua artis muda ini sudah konfirmasi mau datang dan manggung di MEIS, saya hanya bisa tarik pipi ... Siapa yang mau bayarin dan anterin gue, yak =D

*ikutan lomba blog aja dulu kali aaah ...