Tampilkan postingan dengan label menang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 November 2017

Believe in Your Story ala Seung Ah Kim




“Ahnyeonghaseyo ...” sapanya lantang dan ceria saat memasuki ruangan Liliput.
Seung Ah Kim seorang story teller yang berasal dari Korea ini langsung memancing sumringah di hadapan 20 peserta workshop di Festival Dongeng Indonesia ke-5. Kelasnya bertajuk, “Cerita dan Permainan Jari dari Korea Masa Lampai.” Dan ketika dia berkata usai membungkuk ke berbagai arah peserta yang duduk setengah melingkar, “I’m from royal family ...” saya tahu tidak salah memilih narasumber.


Festival Dongeng Indonesia ke-5 yang diselenggarakan pada 4-5 November kemarin dihelat di Perpustakan Nasional RI yang baru, bersebelahan dengan lokasi FDI sebelumnya, di Museum Nasional. Semangat sudah bertumpuk-tumpuk sejak saya tahu bahwa saya bisa menggunakan hadiah voucher dari wewocraft yang didapat beberapa waktu lalu untuk mengikuti workshop dongeng. Sudah lama ingin ikutan, alhamdulillah tercapai juga.



Dengan mengenakan baju tradisional Korea, Seung Ah membuka percakapan dengan bahasa Inggris yang jelas tentang pengalamannya dengan kisah-kisah. Seung Ah kecil ternyata kesundulan adik sehingga dia terpaksa diasuh oleh neneknya. Sayangnya, Seung Ah saat itu mudah sekali menangis tapi sulit meredakannya. Sang nenek yang seorang janda melakukan segala cara untuk menghentikan tangis Seung Ah. Namun tidak berhasil. Lalu kemudian dia menggendong Seung Ah di punggung dan kemudian menceritakan kisah-kisah. Saat itulah, Seung Ah terdiam.
Sang nenek memang sudah lama melahap banyak bacaan sejak dirinya menjadi janda. Oleh karena berasal dari keluarga yang konservatif, si nenek tidak diizinkan untuk menikah lagi. Itulah sebabnya, buku menjadi sahabatnya dalam mengatasi kesepiannya. Dan dengan segala pengetahuannya akan cerita-cerita, dia pun membaginya pada Seung Ah.


Setelah si nenek meninggal dunia pada awal 2000-an, Seung Ah kemudian mendirikan Arirang Story Telling untuk melestarikan kisah-kisah dari ribuan tahun lalu yang nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat Korea. Dan berkeliling dunia untuk memperkenalkannya.


Hari itu, Seung Ah mengajarkan sebuah permainan jari yang digunakan untuk menghibur bayi. Gerakannya sederhana, hanya menunjuk-nunjuk telapak tangan, namun kata yang diucapkan Konci” (maafkan jika salah tulis ya) berarti “bumi”. Yang bermakna, bahwa manusia berasal dari bumi dan akan kembali ke bumi. Lalu ada gerakan membuka dan menutup kepalan yang dilakukan dua tangan sekaligus sambil menyebut “caem caem”. Gerakan ini berarti “mengambil” yang kemudian ada sedikit gerakan tarian dengan geriak “caem caem” yang mengingatkan kita, bahwa jika sudah tahu cara mengambil, maka harus tahu cara melepaskan. Gerakannya sederhana, tapi maknanya dalam. Dan itu yang diucapkan pada bayi-bayi 5000 tahun lalu.


Walau sederhana, tapi jika sudah tahu maknanya maka cara penyampaian pun juga akan berbeda. Itulah sebabnya Seung Ah mengusung slogan, “Believe in Your Story”. Karena untuk percaya juga harus ada cinta, dan jika sudah percaya dan cinta maka akan ada usaha untuk mendalami dan menghayati dalam menyampaikan sebuah cerita. Gunakan apa pun kebisaan kesukaan Anda dalam membacakan cerita, maka pesannya akan sampai kepada penonton. Entah itu menyanyi, menari atau fokus pada jalan cerita.


Seperti ketika Seung Ah membicarakan tentang aksi teatrikal tradisional Korea bernama “Pan So Ri”. Pertunjukkan langsung oleh seorang penyanyi sekaligus pencerita yang ditemani seorang penabuh drum. Dilakukan di sebuah tanah lapang, biasanya alun-alun, yang bisa berlangsung mulai dari 5 jam hingga 9 jam. Pertunjukkan yang pastinya melelahkan itu mendapat dukungan dari para penonton, mulai dari pujian, teriakan semangat, hingga sekadar mengingatkan untuk istirahat minum atau memperbaiki riasan. Namun dengan kemampuan ‘believe’, kisah yang dilakonkan tidak menjadi hilang fokus atau hilang rasa karena berbagai jeda. Saat Seung Ah mencontohkan sebagian fragmen Pan So Ri dari sebuah kisah romantis, saya terbayang bagaimana seseorang memerankan begitu banyak karakter dengan ragam dialog dan mimik dalam satu lakon. Pasti perlu banyak latihan, karena saya sering tertukar-tukar mimik jika melakukan story telling tanpa melihat buku.

Penampilan storyteller dari Jepang di lantai 7 Perpustakaan Nasional RI


Itu sebagian kesenangan saya saat mengikuti kelas Seung Ah. Kan jadi semangat lagi bercerita, walau masih dalam lingkup ke anak-anak sendiri.
Seung Ah dan berbagai story teller dari berbagai dunia membawa masing-masing pengalamannya untuk dibagi di Festival Dongeng Indonesia. Saat saya berkesempatan melihat kolaborasi para story teller tamu itu di satu panggung, saya merasa mereka membawa energi yang begitu dinamis sehingga anak-anak tidak beranjak dari duduknya menatap satu per satu penampil naik ke atas panggung. Mereka bahkan kian semangat merespons para penampil. Suara anak-anak menggema lantang.

Semua mata tertuju ke para story teller di FDI 5


Teman kuliah yg sempat bareng gabung KPBA, tapi sekarang dia masih jadi penggiat dongeng


Kak Aio saat tampil di FDI 5


Keren lah buat Kak Aio dan kawan-kawan dari Ayo Dongeng Indonesia atas acaranya. Tahun depan insya Allah saya akan datang lagi.



Selasa, 27 Oktober 2015

Pilih dan Share di Lomba ACER “REVOlusi Ruang” DL 31 Oktober 2015



Hari gini, bisa minta seorang Revano Satria mendesain ruangan kita ga pakai bayar apa-apa itu sesuatu banget. Biasanya yang suka kasih-kasih beginian ya Cuma ada di acara Oprah Winfrey. Ga hanya jasa desainer saja loh yang gratis, tapi juga furniturnya diisi dari Livaza \O/ Daaan juga dipercantik dengan satu unit Acer Revo One. Mau aja atau mauuuuu banggeeeeet?

Acer dengan mengusung tema Revolusi Ruang mengajak Anda melihat-lihat berbagai desain menarik dalam sebuah rumah dengan unit Acer sebagai bintang utamanya. Saya jadi membayangkan kalau ada Acer Revo One di unit apartemen yang tini wini biti gini gimana ya? Ruang kan jadi problematika bagi para penduduk kota besar. Terutama Jakarta. Sudah kerja banting tulang seharian, dapat rumahnya yang imut, penuh barang, boro-boro merasa ter-entertain. Bisa selonjoran kaki lurus ga mentok-mentok saja sudah syukur alhamdulillah. Itu kalau saya, soalnya saya agak menyerah berhadapan dengan ruangan kecil dan banyak barang. Mau tak mau banyak barang direlakan pindah tangan. Sedih? Ya, sedikiiiit.

Nah, kalau saya dapat Acer Revo One juga pasti bingung mau taruh di mana barang keren ini. Barang bagus kalau ga tepat penempatannya  juga jadinya yah biasa weh. That’s why I need you, Revano Satria ^^ Jadikan si Acer bintang utama di setiap ruangan yang ia masuki. Kapasitasnya sebagai entertainer kelas atas tidak boleh teralihkan dengan tumpukan pakaian kotor, cucian piring ... eh kok curcol.

Acer memberikan Anda enam desain ruang bersama Acer Revo One untuk dipilih dan di-share sebanyak-banyaknya. Ada Anda beruntung? Maka Acer Revo One beserta sederet hadiah yang disebutkan di atas jadi milik Anda. Kalau dewi keberuntungan nyaris menyerempet Anda, itu artinya kamu ada satu dari dua orang yang memiliki satu unit Mini PC Acer Revo, asyik kaaan ...













Pokoknya pertama harus like dan follow dulu dong twitter @AcerID, Instagram @AcerID dan FB Acer Indonesia . Nah habis itu masuk ke SINI pilih satu dari enam desain, share dan komentar sebanyak-banyaknya. Serius, ga pakai mikir panjang-panjang karena desainnya keren-keren semua ^^

Jangan bengong atuh, sekarang juga klik dan share. Periode lombanya berakhir Sabtu ini alias tanggal 31 Oktober loh. Buruaaan. 



Selasa, 20 Oktober 2015

REVIEW FILM: Yang I Love Banget dari Little Big Master di Celestial Movies




Sabtu lalu, saya menghadiri undangan nonton bareng screening "Little Big Master" dalam rangka promosi #ilovehkmovies oleh Celestial Movies salah satu channel di televisi berbayar.  Saat membaca sinopsisnya, saya sudah tertarik. Bukan karena emang sudah lama ga nonton di bioskop, tapi memang temanya sesuai lah sama saya yang emak2 galau mau sekolahin anak di mana.


Dengan bayi dalam gendongan, saya pun meluncur ke Cinemaxx Plaza Semanggi dan tiba pukul 10.30. Tak lama usai mengisi daftar hadir, saya dan para blogger lain pun dipersilahkan masuk ruang bioskop.

"Jika nilaiku tidak 100, orangtuaku akan kecewa. Dan ketika mereka kecewa, aku merasa tidak dicintai."


Little Big Master berkisah tentang seorang pendidik, Lui Wai Hung, memperjuangkan nasib sebuah TK di desa yang terancam tutup karena kekurangan murid. Murid yang tersisa tinggal lima orang dan salah satunya akan segera lulus, itu artinya jika tidak ada murid baru, komunitas desa sepakat untuk menutup sekolah yang sudah berdiri dan berkontribusi selama 50 tahun tersebut.


Ibu Hung (Miriam Yeung), mulanya adalah seorang kepala sekolah dan telah 20 tahun mengabdi di berbagai TK ternama. Namun, kompetisi sekolah dan orangtua dalam mencetak anak-anak berbakat tanpa mengindahkan perasaan anak membuat dirinya mantap mengundurkan diri persis di hari perayaan pernikahannya yang ke-10.


Ternyata sang suami, Dong (Louis Koo) juga akan segera mengakhiri kariernya sebagai perancang museum. Dan karena itu, mereka berencana segera setelah kontrak Dong berakhir, mereka akan melakukan perjalanan keliling dunia mengunjungi museum-museum terhebat dan terbesar. Sementara menunggu, Bu Hung melakukan berbagai kegiatan pengisi waktu, tetapi dia tidak bahagia.


Lalu sebuah tayangan berita menarik perhatiannya. Sebuah TK di desa Yuien Tien terancam ditutup karena kekurangan murid. Sekolah itu menampung anak-anak dari keluarga tidak mampu karena tidak dipungut biaya. Sungguh sebuah ironi, ketika banyak antrian di sekolah-sekolah mahal, tapi justru sekolah gratis akan ditutup.


Karena penasaran, Bu Hung mengunjungi langsung sekolah tersebut. Dan setibanya di sana, dari balik jendela dia jatuh cinta pada lima gadis cilik berseragam kuning itu. Tak pikir panjang lagi, dia mengambil lowongan pekerjaan di TK tersebut sebagai Kepala Sekolah juga guru dan petugas kebersihan dengan gaji hanya HKD4500 per bulan. Tujuannya adalah menyelamatkan pendidikan 5 anak itu dengan berusaha memindahkan mereka ke sekolah yang lebih baik dengan menggunakan jaringannya sebagai kepala sekolah.


Namun, itu tidak semudah di angan.


Siu Suet, Ka Ka, Chu Chu, serta Kitty & Jennie Fathima, memiliki problematikanya sendiri yang menghambat mereka datang ke sekolah. Tapi Bu Hung tidak menyerah. Perlahan-lahan dia membangkitkan kepercayaan diri anak-anak itu yang terlanjur melorot karena sorotan negatif media-media. Tak hanya anak-anak, tetapi juga para orangtua yang sudah kadung pasrah jika anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah.


"Pendidikan itu penting bagi anak-anak." -Lui Wai Hung


Akankah usahanya berhasil? Bagaimana nasib kelima murid itu di akhir tahun pelajaran? Nah yang  i love banget adalah kamu bisa nonton film drama terlaris di Hongkong tahun ini di layar Celestial Movies pada Minggu 25 Oktober 2015 pukul 8 malam. Jangan lupa sediain tisu ya ...


Meanwhile, saya kasih sedikit contekan dengan momen-momen yang I love banget. Mudah-mudahan ga menjerumus ke spoiler ^.^


Adegan pertama yang I love banget  adalah ketika Ibu Hung mengunjungi Siu Suet di rumahnya. Siu Suet tidak masuk sekolah karena ayahnya sakit. Seolah adegan si kecil Siu mendorong troli berisi besi bekas sendiri ke tempat pembelian besi belum cukup terlihat memprihatinkan, penonton disodori kompor yang sedang sibuk menggoreng dan ada tangan-tangan kecil berlalu lalang hendak menyiapkan masakan. Tampak tidak ada yang aneh, tapi kamera menurunkan pandangannya. Anak TK itu mengikatkan sendalnya dengan tumpukan besi agar bisa cukup tinggi memasak. (langsung nyanyi lagu Iwan Fals, "anak sekecil itu .. Terbelenggu oleh waktu ...)


"Siu Suet memang anak yang baik." bisik bu Hung lirih sambil memeluk Siu Suet.


Adegan yang I love banget yang satu ini agak sedih sih. Kali ini hasil Bu Hung mengunjungi Ka Ka yang juga tidak masuk sekolah. saat ditanya sambil histeris, dia menjawab, "Aku takut kalau pergi ke sekolah, ayah dan ibu akan bertengkar lagi. Lalu mereka akan saling bunuh. Lalu mereka mati. Aku akan sendirian. Aku tidak mau sendirian." anak ini berusaha menjadi penengah antara pertengkaran kedua orangtuanya.


Air mata semakin berderai-derai di adegan I love banget yang ketiga. Hari itu adalah hari kelulusan. Ibu Hung baru saja menjalani operasi tumor, murid baru belum juga ada, anak-anak pun melakukan pertunjukkan. Usai pertunjukan, anak-anak itu bicara satu per satu, "kami menahan air mata hanya demi pertunjukkan." "sekarang, bolehkah kami menangis?" yaaah buyar deh airmata, tapi tetap kudu goyang-goyang karena si baby mulai ngantuk.


Terakhir I love banget ketika Ka Ka mengakhiri pidato kelulusannya dengan memohon, "Bolehkah aku tidak perlu lulus?"

(sumber: Celestial Movies)

Duh, kapan ya terakhir kali suka banget sama sekolah kaya gitu?


"Kau berikan segalanya untuk sekolah dengan 5000 murid. Dan di sekolah dengan 5 murid, kau bahkan berikan lebih dari itu." -Dong, suami Bu Hung


Mungkin sosok Ibu Hung yang memang kisahnya terinspirasi dari kisah nyata ini sejalan dengan sebuah ungkapan, "dalam hidup akan ada satu guru yang akan mengubah hidupmu."


Saya jadi bertanya-tanya, siapakah sosok guru itu bagi saya, bagi anak-anak saya, bagi kamu?


"Guru terbaik itu bukan berasal dari perangkat keras, tapi dari hatimu."


Teach with your heart.


Channel Celestial Movies memang konsisten menyajikan film-film Hong Kong berkualitas, baik dari temanya maupun dari pilihan sutradaranya. Oleh karena itu, Celestial Movies meluncurkan promo #ilovehkmovies yang tayang setiap Sabtu & Minggu malam. Hari Sabtu akan ditayangkan secara back to back karya-karya dari sutradara pilihan setiap bulannya. Khusus bulan Oktober ini, sutradara pilihannya adalah Benny Chan (tayang 3 oktober), Gordan Chan (tayang 10 oktober), Alan Max (tayang 17 oktober), Pang Brothers (tayang 24 oktober), dan Tsui Hark (tayang 31 oktober).


Sedangkan pada hari Minggu akan menayangkan film-film Hong Kong terbaru dan terhangat, sepertiLucky Stars 2015, The Seventh Lie, Aberdeen, dan teralhir Little Big Master.


Ini penting banget buat para pencinta film Asia yang hopeless lihat saluran televisi lain yang menayangkan film-film Hong Kong yang itu lagi itu lagi. Saking lengkapnya di Celestial Movies jadi bisa lihat transformasi dari Andy Lau muda yang ganteng, jadi Andy Lau matang yang ganteeeeng banget ^.^


Celestial Movies ada di jaringan televisi berbayar seperti, Nexmedia (CH 508), Indovision (CH 20), K-Vision (CH 47, Matrix TV (CH 9), OkeVision (CH 112), OrangeTV (CH 162), Skynindo (CH 19), Transvision (CH 112), TopTV (CH 20), Topass TV (CH 61), UTV (CH 691), dan YesTV (CH 108). Selamat menonton and get inspired ^.^

 

Minggu, 04 Oktober 2015

Tujuh Alasan Gagal Ikut Lomba Blog




Salah satu momen penting sebagai blogger bagi saya adalah ketika berurusan dengan lomba blog. Apakah Anda blogger yang suka ikut lomba blog? Konon blogger yang tidak mengasahdirinya dengan mengikuti lomba blog itu ... apa ya, kok saya lupa. Pokoknya kurang kompetenlah. Katanyaa ...
Awalnya saya tidak terlalu ingin ikutan lomba, tetapi kemudian saya melihat dengan mengikuti lomba otak kita terpacu memikirkan bagaimana cara menuliskan tema tertentu. Lomba blog memang melelahkan. Tak jarang saya bisa libur posting blog hampir sebulan setelah mengejar menulis beberapa blog dalam satu bulan. Nafas bloggernya masih pendek ^^
Apakah Anda suka ikut lomba tapi jarang atau bahkan belum pernah pecah telur sekalipun? Tenaaang ... jangan menyerah. Coba terus. Mereka yang menang lomba blog itu sejatinya juga banyak kalah, jadi jangan khawatir. Karena itu semua lebih baik daripada sudah meniatkan ikut tapi akhirnya malah gagal ikutan lomba.
Gagal ikutan lomba itu rasanya nyesek banget buat saya. Sudah rajin-rajin cari info lombanya yang seringkali harus memungut dari sumber-sumber yang berbeda-beda. Even mbah google saja tidak cukup. Harus rajin lihat grup FB, blog orang, twitter, dan lain-lain. Ada begitu banyak usaha untuk sebuah informasi. Dan ternyata informasi itu tidak bisa dimanfaatkan .. n it hurts #lebay

Emang apa saja sih yang bisa mengakibatkan para blogger gagal ikut lomba?
1.       Mismanajemen Waktu antara Lomba Satu dengan Lainnya
Ada banyak bookmark info lomba blog di gadget kamu. Telah dijuduli sesuai dengan tanggal dateline-nya. Ealah ngerjainnya dari yang dateline-nya paling belakangan. Akhirnya grabak grubuk dan yaaah ... kelewatan deh.
Metode mengerjakan sesuatu yang lebih mudah itu memang betul, tetapi jadi tidak tepat jika yang sudah mepet masih ingin dikerjakan juga. Fokus, bu. Fokus. Kalau kelewat ya sudahlah. Tulisan yang dibuat dalam keadaan lelah juga ga akan menarik.

2.       Salah pasang tanggal dateline
Kebanyakan blogger membuat bookmark untuk setiap info lomba yang ditemuinya. Agar lebih mudah, judul link-nya diberi judul sesuai tanggal dateline. Lebih mudah dicari dan lebih runut. Namun alangkah nyeseknya ketika sudah menyiapkan draft posting sedemikian hingga, siap dipublish, sedang membaca kelengkapan lomba eeeeh rupanya dateline-nya baru saja lewat kemarin. Atau lebih keki lagi, sudah liwat bulan kemarin. #pengsaan

3.       Dateliners Garis Keras yang Gagal
Waktu tinggal dua jam lagi menuju pukul 12 malam. Jemari bergerak semakin lincah mengetikkan ide demi ide sesuai adrenaline yang kian meningkat. Sudah selesai. Bersiap memasang dandanannya, waktu tinggal satu jam lagi, pasti bisa. Eh lima belas menit terakhir, “ooeeee ...!!!” Bayi nangis minta disusuin.... Goodbye, so loooong .... Tidur sajalah.

4.       Jebakan Formulir Pendaftaran
Formulir yang turut menutup diri sesuai dengan jam yang tertera di dateline itu suka bikin gemes. Saya punya masalah dengan segala hal terkait formulir. I hate form. Adddaaaaa aja yang aneh-aneh dari mengisi formulir. Ya inilah itulah ... ya tahu-tahu pakai captcha. Dan begitu mau klik ‘oke’ eh waktu sudah pukul 12.03. What the ... #tarik2rambut #tidurlagi

5.       Internet Gagal Total
Postingan sudah siap setengah jam sebelum pukul 12, tinggal pencet ‘publish’ eh sinyal internet kabur entah ke mana. Connect-disconnect-connect-disconnect-connect dan yap sudah lewat jadwalnya, buibuuuu .... #nangisBisik2 #tidurlagi
 
6.       Salah Kamar
Sudah pede sejuta, postingan sudah terpublish di blog. Tinggal urusan share di sosial media. Sambil baca-baca harus mention ke siapa eh ternyata tulisannya bukan dipasang di blog, tetapi di situs mereka. Kudu daftar lagi. Login lagi. Eeaaaa ketemu formulir lagi. Dan lewat sudah batas waktunya.

7.       Bak Sangkuriang  
Inilah yang terjadi jika mengejar beberapa lomba blog sekaligus tetapi waktunya mepet. Emangnya dikira nulis itu gampang, bos? Lagi mikir-mikir buat dua atau tiga tema lomba, eh dah lewat aja gituh dateline-nya ... hiks ...


Itulah suka dukanya seorang blogger. Semua yang saya tulis di atas itu pengalaman pribadi saya. Salah satu pelajarannya adalah ciptakan peluangmu. Peluang untuk menang lomba blog dengan cara fokus pada satu per satu hal. Jika fokus maka posting lomba satu per satu pun akan selesai dengan sempurna. Bagaimana mau berpeluang menang, jika tidak bertindak laiknya juara dengan berbuat sebaik mungkin, meninggalkan hampir tak ada celah? So, act best and you will get the best. InsyaAllah ...  

Sabtu, 03 Oktober 2015

Nampan Ajaib Nasi Tumpeng

Nasi tumpeng, khususnya di kalangan suku Jawa, lekat dengan perayaan-perayaan khusus. Kelahiran, pernikahan, peresmian, dan masih banyak lagi hari-hari istimewa bahkan kematian pun ditandai dengan adanya nasi tumpeng. Saking istimewanya, tak jarang para perantau di belahan dunia lain pun, tak segan menampangkan nasi tumpeng walau ada berbagai tantangan untuk menampilkan nasi tumpen seorisinil mungkin, terutama wadah nampannya dan hiasan dari kulit pisang.


Sedangkan di tanah air, nasi tumpeng juga ada yang mengalami modifikasi, bahkan laiknya kue ulang tahun, nasi tumpeng bisa dibentuk menyerupai tokoh animasi Doraemon dan bentuk-bentuk lain yang lucu-lucu.  Mungkin semacam bento raksasa ^.^

sumber foto dari https://id.wikipedia.org/wiki/Tumpeng


Jika menengok sejarahnya, nasi tumpeng sebenarnya sarat dengan nilai-nilai falsafah. Awalnya nasi tumpeng ini dibuat oleh masyarakat Jawa yang kala itu masih menganut paham kepercayaan. Namun kemudian nilai filsafatnya terkoreksi sejak Islam masuk.


Bentuk tumpeng yang kerucut sejatinya merupakan representasi Gunung Mahameru yang dianggap paling tinggi, yang paling dekat dengan langit, paling dekat dengan Tuhan. Ini adalah bentuk pemujaan pada Yang Mahatinggi.


Lauk yang mengiringinya harus berasal dari empat dunia. Dari bawah tanah, yaitu kacang-kacangan. Dari atas tanah, yaitu sayur mayur dan buah, ketimun, lalap, tomat. Hewan darat, biasanya diwakili oleh ayam dan telur rebus yang belum dikupas. Hewan laut, yaitu ikan bandeng atau ikan teri. Semuanya ini menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuan tertentu membutuhkan usaha yang menyeluruh. Makanya lebih sering digunakan pada saat hari-hari istimewa yang terkait denga nrasa syukur dan saat hendak melakukan sesuatu yang besar. 


Jika dipandang dari segi gizi, nampan tumpeng ini bak nampan ajaib. Sebuah hidangan buffet mini.


Ada banyak faktor kesehatan bermain di sini. Mengingat ini hanya ada pada perayaan istimewa maka tidak heran jika isinya begitu lengkap. Perbaikan gizilah istilahnya. Pertama, nasi sebagai sumber karbohidrat, baik itu yang kuning atau putih (nasi uduk). Sedangkan lauk pauknya jelas seiya sekata dengan semangat gizi berimbang, yaitu mengkonsumsi makanan dari berbagai alam. Dan semuanya itu mudah didapat oleh masyarakat Jawa kala itu. Semua tumbuh dan hidup di sekitar mereka. Jadi tidak perlu repot untuk sebuah hidup sehat.


Dan kini dengan era globalisasi, walau tanaman itu tak lagi ada di halaman belakang rumah, tetapi selalu ada banyak jalan mewujudkan nasi tumpeng meski di negeri orang sekalipun. Mengungkapkan syukur pada Yang Mahakuasa di mana pun berada dan menambahkan akar budaya Indonesia walau di tengah perantauan. Nasi tumpeng sebagai pertanda momen melakukan sebuah usaha yang besar, entah itu sebuah bisnis atau sesederhana menjalankan kehidupan. Yang kesemuanya itu harus dilakukan sambil mengingat Yang Mahabesar. 



untuk ikutan lombanya, klik di SINI yaa

Lima Alasan Internet Cepat Ada dalam Daftar Belanja Ibu-ibu #goforit



Apakah Anda mengira bahwa menjadi ibu rumah tangga tanpa ART tidak akan bisa mengikuti tren digital? Well, think again, setidaknya ada lima alasan mengapa internet cepat termasuk dalam daftar belanja bulanan ibu-ibu ^^

1.       Belanja
Ibu-ibu memang dekat banget dengan aktivitas anak. Yang dibeli juga keperluan keluarga kok. Kalau belanja bulanan inginnya sih sama suami biar ada yang angkatin belanjaan. Tapi kalau harus tunggu akhir pekan untuk belanja bulanan, bakal ketemu antrian yang puanjaaaaaang banget di hipermarket-hipermarket di Jakarta. Smart mom lebih pilih belanja via online yang bebas biaya antar. FREE. Kata ajaib buat ibu-ibu tuh. Jadi biarkan akhir pekan dihabiskan buat bikin suami main sama anak-anak, ibunya makan es krim di salon hehehe ....

Mulai dari beras sampai popok bisa beli lewat online. Berbagai supermarket mulai membuat versi online demi mendekatkan diri dengan pelanggan. Barang-barang yang ga ada di supermarket juga bisa dicari lewat internet. Kuncinya Cuma satu, rajin. Rajin ngubek-ngubek. Bisa dapat barang bagus dengan harga semriwing, Cuma ibu-ibu yang jago ^^. Lelang barang branded preloved, bisa jadi latihan menyegarkan buat ibu-ibu loh. High heels tetap bisa dipakai karena ga pakai pegal harus keliling satu konter ke konter yang lain.

2.       Ide Tempat Main Keluarga
Pada era gadget seperti sekarang ini, jarak pandang anak-anak semakin menurun. Bahkan yang paling parah, anak-anak tidak bisa menggenggam dan mendongak (tahu kan kenapa ... ) Nah, makanya sangat disarankan untuk selalu luangkan waktu bermain di luar rumah. Bisa di taman dekat rumah atau mal.


ga semua tempat main ada mega blocks loh :D



Ingin tahu referensinya? Ya buka internetlah kami ... Tidak hanya bicara tentang situasi tempat yang dituju tetapi juga cara menuju lokasi. Tahu kan anggapan bahwa para wanita tidak bisa membaca peta? Nah, internet yang cepat akan mendukung GPS membawa kami ke tempat main keluarga dengan aman dan tentram. Dan keceriaan anak-anak menjadi pujian terbesar bagi kami. Rasanya ingin diam-diam berteriak, “Yes, I did it!”

3.       Ide Kreativitas Keluarga di Rumah
Ga bisa ke mana-mana? Ya, sudahlaaah ... main di rumah juga bisaa ... eh, tapi main apa? Ada segudang ide DIY atau Do It Yourself di internet. Bisa dipilih berdasarkan usia, gender, materi, apa saja ada. Sambil cari ide, sambil baca blog ibu-ibu lain. Biar semangat. Itulah yang membuat kami, para ibu-ibu, merasa tidak sendirian di dunia ini. I feel you, you feel me maaak.
kids activity hasil modifikasi contekan di internet


4.       Resep Istimewa
Dapur adalah tempat istimewa bagi para ibu-ibu, sering atau jarang kami menggunakannya, tidak mudah bagi kami menolak suguhan resep-resep istimewa di internet. Internet menjadi kelas terbuka bagi para pemula di bidang masak walaupun sudah menyandang status ibu-ibu. Berbagai resep tersedia di laman digital. Nasional, internasional, makanan utama, penutup, hidangan pembuka, dan masih banyak lagi. Untuk ulang tahun, pernikahan ... rasanya tidak ada hari yang tidak istimewa sehingga selalu ada resep yang tepat untuk itu.

minecraft cake: hasil tutorial via youtube malam2

Kalaupun tak mau masak, selalu ada informasi kuliner terlezat atau katering terpercaya di dekat lokasi kami. Bertandang ke dapur istimewa orang lain juga tidak dosa, koook. Jangan heran, jika masing-masing dari kami punya blog-blog kuliner andalan.

5.       Fun Break
Sedang tidak ingin ngapa-ngapain, bahkan untuk bercengkerama dengan anak? Jangan gundah, jangan merasa bersalah. Terkadang, ingat ya terkadang, orangtua boleh kok break sejenak. Sekadar untuk meluruskan kaki.



Lalu, bagaimana nasib anak-anak jika mereka merengek mengajak kami bermain? Mau nonton siaran kabel siang-siang, acaranya ga ada yang bagus buat anak-anak. Itulah artinya saatnya menonton youtube ... Pilih tema yang disukai, silahkan menonton selama 30 menit. Lumayan banget ituuuuuh .... Sambil beristirahat sambil berdoa, pleasee semoga internetnya cepat dan lancar.

Yup, internet cepat dan lancar itu penting. Para ibu-ibu seperti kami tidak punya waktu lowong yang panjang. Saat anak-anak tidur, barulah bisa fokus ngeinternet. Saat anak-anak mandi, baru bisa buka contekan resep. Saat anak-anak sekolah, baru bisa membuat daftar belanjaan. Jadi, kalau pada saat-saat sempit itu internetnya ga lancar .... oh tidaaak ...

Apalagi untuk ibu-ibu yang tinggal di komplek apartemen seperti saya, geser sedikit langsung beda sinyal buhuhuuhuu ... dan yang paling bisa menembus segala belokan dan anak tangga menuju unit saya ya Cuma smartfren. Entah mengapa. Mungkin karena ia keren. Apalagi sekarang ada Smartfren 4G LTE Advanced! Yeaay ... ga perlu laptop lagiiii #mommaDance



So, untuk sebuah pekerjaan yang tidak pernah beres, internet cepat dapat membuat berbagai pekerjaan rumah bisa beres, asaaaal ... like I said, rajin. Rajin pakai Smartfren 4G LTE Advanced. ^^

Jumat, 02 Oktober 2015

Dari Koleksi Bungkus Permen menjadi Sebuah Fashion



Saya sendiri tidak pernah menyangka bahwa koleksi bungkus permen sewaktu duduk di Sekolah Dasar dapat membantu teman saya merampungkan tugas akhirnya, mendesain sebuah masterpiece.

Waktu itu, kami hanya tengah berbicang lewat telepon rumah seperti biasa (yes, it was almost 10 years ago). Dia membicarakan tentang kelanjutan studinya di salah satu sekolah fashion, Susan Boedihardjo. Setelah pendidikan yang intens, tibalah waktunya untuk membuat karya tugas akhir. Tentu saja sebuah desain yang mahakarya. Kami sama-sama berpikir apa sekiranya material yang akan dipakai agar terlihat unik. Entah mengapa, tercetuslah ide. “Pakai bungkus permen.”

Tapi perlu banyak bungkus permen.

“Gue punya banyak.” Celetuk saya waktu itu. Ya, saya punya banyak sekali. Koleksi yang saat itu sudah berusia lebih dari 10 tahun itu (tidak bertambah setelah lulus SD) jumlahnya hampir seribu. Lebih dari cukup. Dengan perasaan campur aduk akhirnya, bungkusan-bungkusan itu beralih kepemilikan.

Singkat cerita, jadilah sang masterpiece pertama kawan saya itu. Saya bahkan sempat datang untuk melihatnya dipajang di kampusnya. Rasanya terharu gimana gitu. Ide yang awalnya hanya ingin masuk Guiness Book of Record ternyata kemudian bisa menjadi bahan dukungan untuk teman saya itu rasanya .... kaya lihat anak sendiri lulus sarjana.

Karya masterpiece itu menjadi salah satu saksi sepakterjang teman saya di bidang bisnis fashion. Saya mengenalnya saat masih bersama di Fakultas Ilmu Budaya. Dia merasa tersesat saat itu. Namun kemudian usai lulus, dia pun mengambil studi yang paling disukainya, fashion.

Tekad yang kuat memang bisa mewujudkan apa pun. Saat masih berada di fakultas yang sama, dia tidak bisa menggambar sama sekali. At all, I must say. Namun, ketika dia belajar desain fashion, dan kerap mendapat tugas membuat ratusan sketsa rancangan, gambarnya kian membaik. Saya sendiri takjub melihatnya. Setelah sekian tahun tersesat, kini, dia menjadi produsen kerudung di bawah label miliknya sendiri, Creamy Hijab. Hijabnya tak hanya menyentuh seluruh daerah di Indonesia tetapi juga di luar negeri, thanks to online system.


Kamu juga bisa begitu. Jika kamu menyebut diri sebagai desainer fashion Indonesia, ambil langkah berani dengan mengikuti kompetisi desain fashion FCC (Fashion Crowd Challenge) 2015. Ajang global ini terbuka bagi siapa pun. Saya ulangi, siapa pun. Jadi ga perlu malu, ga perlu minder, ikut ajang ini ga ada ruginya sama sekali. Apalagi bagi desainer fashion muslim. Indonesia boleh bangga loh jadi kiblat pakaian muslim dunia. Lihat saja Dian Pelangi yang bisa masuk daftar yang sama dengan para perancang ternama seperti Karl Laggerfield, Dolce Gabbana, dll. So, kembangkan kreativitasmu dan daftarkan segera di www.fashioncrowdchallenge.com Pendaftaran berakhir pada 7 Oktober ini loh. Buat kamu yang pencinta fashion juga bisa ikutan berpartisipasi di FCC Indonesia 2015 dengan memberikan dukungan. Nah, kan, ayo jangan lewatkan kesempatan beraksi di ajang internasional dan bawa nama harum Indonesia ^^

Kamis, 01 Oktober 2015

Senyum Tulus dengan Bibir Sehat Khalisa




Usai melahirkan anak ketiga, apa yang paling terakhir saya dekati? Cermin.
Dan ketika akhirnya saya menatap cermin cukup lama, apa yang saya lihat? Bibir yang kering.
Rasa selalu kehausan karena menyusui dan selalu terlambat minum air putih membuat bibir saya kering. Yang kemudian menjadi masalah selanjutnya adalah saya memiliki bibir bawah dengan belah, yang kalau bibirnya kering, belahan itu akan menempel satu sama lain dan berdarah saat saya tersenyum lebih lebar. Aduuuh piye iki, masa ga boleh senyum lebar-lebar?

Lalu ada lagi masalah lain, anak kedua saya gatal melihat sesuatu yang tidak mulus di muka orang lain. Komedo, jerawat, bahkan upil pun membuat tangannya gatal untuk segera membereskannya. Tak terkecuali kulit kering di bibir saya. Lagi asik-asik merebahkan diri sejenak, awalnya dielus-elus sama anak eh lama-lama itu kulit kering dikelupas semena-mena. Periiiihnya tuh di siniiiih.

Tak hanya itu masalah kesehatan bibir saya. Bibir saya termasuk jenis bibir yang mengalami penghitaman di tepian seiring dengan bertambahnya usia. Walau tidak merokok, tetapi proses penghitaman ini tetap ada. Saya pikir inilah takdir wajah saya hingga bertahun-tahun mendatang. Namun kemudian saya membaca beberapa artikel bahwa bibir yang menghitam ini dapat diatasi dengan mengoleskan madu setiap kali hendak tidur. Tapi ... ga tahan euy ingin dijilati sendiri ^^

Maka kehadiran Khalisa Lip Care menjadi solusi setelah sekian lama tidak lagi membeli perlengkapan perawatan. Khalisa lip care hadir dengan beberapa varian. Yang saya beli di hypermart Giant adalah Lip Care Pure Vanilla Honey tanpa warna untuk sehari-hari dan Red Cherry Peppermint untuk acara-acara pesta. Ke pesta hanya pakai lip care? Ciyus? Cukup kook. Kan sudah ada anak-anak lucu yang bergelantungan di sekitar saya.

Nah, si Vanilla Honey ini jodoh banget sama masalah bibir hitam yang saya alami. Kalau saya rutin menggunakannya, seharusnya isu ini akan segera teratasi. Dengan SPF 25 yang dapat mempertahankan warna alami bibir, juga Vitamin E sebagai antioksidan alami, bahan-bahan lain seperti Beeswax, Shea Butter, dan Olive Oil yang terkandung dalam satu formula Khalisa ini seolah bertindak sebagai tim sukses. Lalu dioles setiap habis shalat, jadi saat beraktivitas maupun beristirahat, Khalisa akan melindungi bibir kita sepanjang hari.


Sesuai dengan namanya, Khalisa, yang berarti murni, Khalisa Lip Care muncul dengan keanggunan yang ringan. Rasanya di bibir tidak baal alias tidak terasa tebal. Mengingat sudah lama saya tidak berhias. Aroma vanillanya halus. Kemasannya yang langsing juga berwarna cerah dan tutup tube yang tidak mudah terbuka begitu saja, membuat saya yakin membawanya serta bersama perlengkapan anak-anak di tas saya.

Hanya berkisar di harga Rp18000—Rp20000 menjadikan Khalisa Lip Care sebagai pilihan sederhana untuk merawat diri. Toh menjaga hidup tetap bersih dan sehat kan cara kita mensyukuri karunia Allah. Apalagi jika menggunakan produk yang sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI, rasanya lebih tenang. Berharap berkah baik dari Allah tidak lagi terhalang karena sesuatu yang haram melekat pada tubuh kita. Kalau bibir sudah sehat, mau senyum lebar kan jadi ga takut lagi. ^^



Rabu, 30 September 2015

Selamatkan Air Tanah Jakarta dengan Air Perpipaan bersama AETRA


Jakarta tenggelam.
Letaknya yang memang sejak awal di bawah permukaan air laut, kini makin mblesek saja. Kepadatan penduduk menjadi salah satu penyebabnya. Keberatan beban. Dan itu menimbulkan efek domino. Ketika para penduduk Jakarta menggunakan air tanah sebagai sumber air utamanya, apalagi secara berlebihan akhirnya kini Jakarta tidak lagi memiliki cadangan air tanah. Tanah tanpa air akan semakin turun permukaannya.

Tapi kan Jakarta sering kebanjiran, masa tidak punya cadangan air?
Setiap kali Jakarta kebanjiran, seringkali penanganannya adalah dengan membuangnya langsung ke laut. Padahal agar tanah mengisi kembali kekosongan air, ya salah satunya lewat hujan dan aliran sungai. Pertumbuhan rumah dan gedung-gedung tanpa mengindahkan imbauan membuat sumur resapan adalah salah satu penyebabnya. Air berlebih dianggap musibah dan karenanya harus segera dialirkan ke laut. Padahal itu adalah berkah gratis yang diberikan Tuhan agar alam kembali seimbang usai kemarau. Kitalah yang membuat gara-gara dengan menutup tanah-tanah dengan semen, dengan ubin, dengan aspal. Oleh sebab itu, selain penanganan banjir oleh pemerintah yang harus diubah, kesadaran masyarakat tentang krisis air tanah pun perlu ditingkatkan.

PERDA No. 10 tahun 1998 tentang Penyelenggaraan dan Pajak Pemanfaatan Air Bawah Tanah Bab II Pasal 2, berbunyi:
Setiap air bawah tanah yang digunakan untuk keperluan air minum, rumah tangga, industri, peternakan, irigasi, pertambangan, usaha perkotaan dewatering, dan untuk kepentingan lainnya, hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin dari Gubernur Kepala Daerah.
Izin pemanfaatan air tanah tidak diperlukan digunakan untuk keperluan dasar rumah tangga.

Dari PERDA di atas terlihat bahwa tidak semudah itu menggunakan air tanah sebagai sumber daya air utama. Sumber daya air sendiri memiliki beberapa tingkatan alternatif, seperti:
1.       Sumber daya air statis dan dinamis seperti sungai dan danau.
2.       Penampungan dan pengolahan air hujan.
3.       Air hasil re-claim air bekas.
4.       Air hasil proses desalinasi air asin
5.       Air tanah dalam dan dangkal.

Oleh sebab itu, penggunaan air tanah oleh pihak industri dan yang menggunakan bor ilegar harus segera ditertibkan. Bagi daerah yang sudah dialiri PDAM, maka penggunaan air tanah hanya untuk keadaan darurat.


Tapi Jakarta dialiri lebih dari sepuluh sungai, masa masih kurang air juga?
Dari tiga belas aliran sungai dan kali di Jakarta atau istilahnya disebut air permukaan di Jakarta dinilai jauh dari layak disebut sumber air bersih karena sudah tercemar. Jadi, mau dapat air darimana lagi, kita?

Di jalanan tak jarang kita melihat rombongan truk tanki air mendatangi gedung-gedung perkantoran atau apartemen. Seperti di tempat tinggal saya, keberadaan truk tanki air nyaris 24 jam nongkrong di dekat pipa utama sumber air. Padahal pada tahun-tahun awal, apartemen saya ini menggunakan sistem pengolahan air. Namun, rupanya semakin bertambahnya penghuni dan pemakaian air, air yang diolah pun semakin berkurang jumlah dan kualitasnya secara signifikan.
Tak punya air tanah, air permukaan tercemar, dan sistem pengolahan air yang belum optimal menjadikan Jakarta darurat air bersih. Kita semua sudah merasakannya, kan? Hayo ngaku ... Apalagi mereka yang tinggal di daerah Jakarta Utara.

Itulah sebabnya kita harus move on dan beralih menjadi warga yang mendapatkan air bersih dari pipa-pipa air. Air tanah memang lebih murah, tapi efek jangka panjangnya mengerikan.
PAM bekerja sama dengan perusahaan perpipaan seperti AETRA lah yang menjadi solusinya. AETRA menyalurkan langsung air sepenuhnya dari waduk Jatiluhur menuju Jakarta.
Jika ada lebih banyak lagi perusahaan perpipaan dan jalur-jalurnya yang terlibat, maka program pemerintah untuk Jakarta bebas air tanah alias total air pipa akan lebih cepat terealisasi. Karena air adalah milik negara maka pemerintah wajib mengusahakannya. Apalagi air bersih adalah hak setiap warga negara. Apabila pemerintah tidak mampu baik itu dari segi sumber daya atau dana, maka wajar jika melakukan kerjasama dengan pihak swasta. Baik lokal maupun asing. Dan di situlah tantangan pemerintah, agar pengusahaan tidak berubah menjadi penguasaan.

Lalu, bagaimana dengan warga? Apa yang bisa dilakukan?
Ada beberapa cara, yaitu mengurangi penggunaan air tanah dan MENGGUNAKAN AIR BERSIH PERPIPAAN. Kalaupun Anda sudah kadung menggunakannya dan aliran air pipa belum sampai ke tempat Anda, stop further digging.

Kedua, buat sumur resapan di rumah Anda. Please, rumah dengan seluruh area tertutup ubin atau semen adalah keindahan yang menyesatkan. Itu bukanlah rumah yang sehat dan peduli lingkungan. Biarkan air terserap dalam tanah terlebih dahulu sebelum akhirnya mengalir ke got. Tidak perlu besar, cukup dengan lebar 10 cm dan kedalaman 30 cm. Gampang banget.
Ketiga, hargailah setiap air bersih yang Anda gunakan. Berhemat dalam penggunaan air. Gunakan shower bukan lagi bak mandi. Matikan kran air saat tidak digunakan saat mencuci piring atau menggosok gigi. Habiskan air minum dalam kemasan yang Anda konsumsi, jika tidak, siramkan pada pepohonan. Jangan dibuang begitu saja ke tempat sampah. Gunakan air dengan bijaksana.


Bersama AETRA mari kita dukung usaha pemerintah menjadikan Jakarta sebagai kota berbasis air pipa. Memang rasanya gimanaaa gitu ketika harus membayar lebih untuk air. Tapi itu semua untuk menyelamatkan AIR TANAH JAKARTA. Untuk menyelamatkan ibukota Indonesia tercintah ^^ 


Referensi: Paparan Dinas Tata Air Jakarta di ITB

Minggu, 29 Juni 2014

Menang Kalah Itu ...

Pagi ini saya membaca sebuah postingan yang menarik dari Gobind Vashdev. Alkisah ada seorang ibu didatangi dua anaknya yang hendak bertanding. Si ibu bingung harus membela yang mana, karena cintanya sama besar." Lalu disambung dengan kutipan, "saat mendoakan kemenangan itu artinya mendoakan kekalahan yang lain. Berdoalah untuk diberi kekuatan menerima apa pun yang terjadi."


Tulisan ini mengingatkan saya pada keseharian saya sebagai wasit 24 jam untuk dua bocah saya. Yang paling gres adalah ketika salah satunya berkata, "aku menang ... Kamu kalaaah."


Sejak dulu saya tidak suka orang-orang yang begini. Paling banyak di usia sebelum SMP. Rasanya pengen gue jitak aja. Oleh karena saya ga mau anak-anak saya dijitak orang lain, saya pun harus berulangkali  mengingatkan mereka untuk tidak mengatakan hal itu. Merasa senang karena menang tentu boleh, tetapi jika kemudian meledek yang kalah itu yang ga boleh. Instead you may say, "great job for you. Congratulation."


Biasanya saya akan gunakan adegan dari seri tv Sofia the First. Ketika James yang menang melakukan selebrasi berlebihan saat bertanding hingga akhirnya teman-temannya tidak mau bermain dengannya lagi.


Sama seperti pilpres kali ini, baru kampanye saja dah ngenye-ngenyein lawan. Saya terbayang pertandingan bulutangkis Indonesia-Malaysia di mana terjadi persaingan suporter, siapa yang paling menyebalkan. Seandainya saya ada di bangku penonton dan teman-teman jiran saya berada di bangku penonton lawan, apakah saya akan ikut bersikap menyebalkan? Saya rasa tidak.


Karena pada pilpres ini walau saya senang dengan antusiasmenya, tapi sedih saja membayangkan ketika pemenangnya diumumkan, itu berarti kemenangan si pemilih bodoh atau pemilih sesat (sesuai tudingan pendukung lawan masing-masing). Lagian bagus kan ada pilihan lebih dari satu ketimbang cuma satu, katanya ga mau balik ke zaman orba kok ya suka banget bersikap menyebalkan?


Cerdas itu bukan yang semangat tunjuk-tunjuk tulang tengkorak sambil bilang, "Pikiiiir!!!" sombong sekali. Gue yg IQ nya selalu paling tinggi biasa aja tuh. Banyak sejarah orang pintar yang baru dipuja setelah mati, betapa banyak salahnya manusia dalam menilai orang lain.


Beriman itu sesungguhnya berasal dari hati. Toh saya pernah baca bahwa Tuhan telah menakdirkan pemimpin suatu bangsa. Jika presiden terpilih sejalan dengan iman yg diyakini, ya bagus. Jika tidak sejalan, berarti itu tantangan kita untuk belajar beriman lebih dalam lagi. Iman (seharusnya) tidak goyah dalam keadaan apa pun.


Saya tahu ada yang tidak suka jika saya gunakan frase 'siapa pun presidennya'. Gimana ya, saya hanya berpikir, saya lahir dari generasi-generasi tua yang mengalami banyak sekali hal. Bergolak melawan penjajah, bangkit dari kemiskinan, kabur dari ancaman penggal oleh bangsa sendiri, hidup di luar negeri, kalau pas foto sekolah harus buka jilbab dan masih banyak lagi yang lain, tapi ada yang tidak berubah diucapkan dari generasi ke generasi, iman. Jaga imanmu.


Jadi pilihlah yang sesuai keyakinanmu. Lalu tepuktangan untuk siapa pun yang menang. Dan kemudian kembali lanjutkan tugas kita sebagai makhluk yang rahmatan lil alamin.