Tampilkan postingan dengan label homynggu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label homynggu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

hoMYNGGU: Pilihan Olahraga (Saya) di Rumah



Sejak pertengahan tahun lalu, saya memutuskan untuk memasukkan jadwal olahraga ke rutinitas saya. Walau masih up and down moodnya, tapi posisinya semakin pasti dalam kegiatan saya. Karena saya ga mampu secara uang dan waktu untuk nge-gym di tempat gym di mal, maka saya gunakan berbagai support system yang murah meriah, baik itu outdoor maupun indoor. Banyak yang saya coba, secara saya bosenan juga, tapi akan efektif kalau konsisten dilakukan minimal 3 kali seminggu. Badan sudah mulai jompo, jadi harus banyak bergerak biar fit.

OUTDOOR
1. SENAM OTAK. Salah satu yang rutin saya lakukan adalah mengikuti senam warga setiap Sabtu jam 7-9 pagi. Dengan instruktur berusia 58 tahun dan sudah berpengalaman, ibu Iik memeragakan senam otak karena ada beberapa pelaku senam adalah ibu-ibu usia lansia. Berbeda dengan aerobik atau zumba, senam otak menggunakan hitungan 2-2 bukan 4-4, jadi kalau tidak fokus akan belibet kaki dan tangannya hehehe ....  Apalagi kalau yang sempat lama ga senam, pasti keteteran napasnya, walau kalau dilihat gerakannya tidak heboh.

2. JALAN KELILING KALCIT. Kalau saya cukup dengan berjalan, beda dengan suami yang lebih memilih lari keliling kalcit. Dua keliling Kalcit bisa 30 menit berjalan, sedangkan kalau lari bisa dapat tiga keliling Kalcit. Biasanya saya pakai rute ini, kalau teman CFD saya di hari Minggu sedang berhalangan. Maklum, ibu-ibu cuma bisa keluar olahraga pas akhir pekan. Kalau hari sekolah kan jadi petugas persiapan anak-anak sekolah. ^^

*Sebenarnya kalau tinggal di bagian Green Palace bisa berenang juga, tapi karena saya tidak tinggal di bagian situ dan tidak bisa berenang juga, jadi yaaah ... begitulah.  Sekarang, setiap Rabu di selasar taman Green Palace juga diadakan senam osteoporosis yang dimulai jam 10 pagi. Belum pernah coba juga sih. Walau belum usia lansia, kayanya ga ada salahnya ikut senam ini.

INDOOR
Olahraga indoor seringkali berarti olahraga di rumah. Waktunya mepet, cuma 30 menit, karena anak-anak kepo. Sedangkan kalau pas anak-anak sekolah, emak-emak cuma bisa olahraga di dapur.

1. SALSA. Ini senam loh, bukan maksudnya mau les tari salsa. Lagi-lagi ibu Iik sebagai instrukturnya dan memang ini spesialisasi beliau. Mulainya jam 4 sore sampai jam 5.30 di gym Green Palace setiap Selasa dan Kamis. Saya jadi harus nunggu barengan sih supaya bisa masuk ke sini. Hanya saja, karena barengan dengan jadwal ngaji anak-anak, yang sering terjadi adalah seusai senam saya tergopoh-gopoh ke masjid untuk menjemput sambil gendong yang bungsu, biar cepat. Nah, akibatnya, saya jadi suka flek darah. Makanya, saya belum ikutan lagi. Padahal ini juga sangat menguras keringat loh, baju bisa basah semua. Dan sangat bagus untuk pembentukan panggul ke bawah yang mulai berkibar-kibar. Saya pernah tanya ke Ibu Iik kenapa saya jadi flek, kata beliau ya sejatinya tidak ada yang boleh dilakukan secara terburu-buru. Mungkin juga karena rahim saya sudah turun, dipakai setengah berlari dan gendong-gendong, malah jadi tekanan di dalam perut saya. Jadi, ya sudah, saya senam di rumah saja.


2. YOUTUBE is MY PARTNER. Kalau di rumah tentu saja berteman dengan youtube offline ^^ ada beberapa channel yang saya suka.

a. AEROBIK dengan POPSUGAR. Channel ini mengusung aerobik yang ringan dan menyenangkan. Terkadang saya ikut senyum-senyum mendengar percakapan member popsugar-nya walau diulang-ulang. Nilai plus dari channel ini adalah, ia mencontohkan gerakan-gerakan sesuai level dan kemampuan. Jadi untuk satu gerakan, kalau ga bisa lompat bisa jalan di tempat, kalau ga bisa lurus kakinya, bisa ditekuk.  Jadi ga terintimidasi banget kita lihatnya.

b. ZUMBA dengan VIJAYA TUPURANI & LIVELOVEPARTY. Kalau lagi ingin nge-zumba, saya biasanya pilih dua channel ini. Tapi untuk Vijaya Tupurani ini harus pilih yang edisi group ya, kalau Cuma dia sendiri gerakannya susah banget. Kebetulan saya juga suka nuansa India jadi fun saja bagi saya dan ada gerakan-gerakan bahu yang khas. Sebenarnya saya pernah coba juga senamnya Bipasha Basu, tapi walau simpel tapi saya terintimidasi sama keseksiannya >.< Udah juga pakai jeans hotpants, tank top crop, rambut digerai berkibar-kibar dikasih angin-angin. Beuuuh ...

Sedangkan LiveLoveParty ini lebih terasa nge-dance-nya, teruus saya pilihnya karena dia juga ada cover lagu BIGBANG hehehe .... Ribetnya nge-zumba via youtube adalah sebentar-sebentar harus pilih mau video yang mana. Biasanya saya cuma nge-zumba lima belas menit, habis itu ganti olahraga yang lain.

c. YOGA dengan BOHO BEAUTIFUL. Saya hanya mengikuti yang seri mudah-mudahnya saja. Seringnya yoga bermanfaat untuk bikin badan enak ketika terkena pegal-pegal usai olahraga. Cuma terkadang suka baper lihat body intrukturnya yang kuruuuus banget.

d. AEROBICS ala FIGUREROBICS. Ini yang lagi saya tekuni sekarang. Masih belum bisa setiap hari sih. Figurerobics menawarkan olahraga yang tidak membutuhkan banyak space. Penting ya buat kami yang tinggal di unit yang super ‘luas’ ini. Walau tidak memakan tempat banyak, tapi dalam 30 menit, keringat maksimal keluarnya. Instrukturnya orang Korea jadi sembari ngikutin hitungannya terkadang saya merasa tengah wajib militer hahahaha ...

 Pertama kali ngikutin, kaki lemes. Selalu merasa ingin menyerah di menit ke-20, tapi belum pernah menyerah. Dua-tiga kali absen, kaki nyut-nyutan lagi. Figurerobics ini juga ada levelnya, tapi belum nyoba sih, wong yang level satu aja ga lulus-lulus kok ...


3. TABATA dengan Aplikasi
Saya pernah diberitahu sama tetangga soal workout di Youtube dengan tajuk Tabata. Ketika saya lihat, workout-nya mirip dengan aplikasi Leap Fitness Group, Tantangan Kebugaran 30 Hari-Latihan Rumahan.  Minus musik saja. Aplikasi ini saya pakai buat variasi setelah ngezumba. Cuma butuh 15 menit sih, tapi isi workoutnya alamakjaaan. Memang ada level-levelnya dan bisa memilih mau workout perut, lengan, kaki, atau seluruh tubuh. Kata yang memberi komentar sih disarankan jangan mulai dari level pemula banget, biar nendang. Biasanya ada 10-15 gerakan dan diakhiri dengan plank. Nah, plank ini yang ga nahan. Semakin hari semakin lama soalnya. Walau selalu ada hari istirahat setiap hari ke-5, tapi kalau sudah istirahat, posisi plank itu jadi susah lagi dikerjakan. Ini masih tantangan sih buat saya, ga kelar-kelar 30 harinya ^^ padahal sudah beberapa bulan lalu itu aplikasi nongkrong di ponsel.

Nah, kekurangannya olahraga di rumah adalah, ada risiko menginjak mainan anak hahahaha ... Pernah juga walau saya sudah di kamar tapi karena anak-anak dengar musiknya mereka olahraga-olahraga sendiri di depan pintu kamar, sambil cekakak-cekikik lalu jerit-jeritan. Sungguh mengalihkan konsentrasi ^^’


Hasilnya? Hmmm .... katanya sih jangan olahraga untuk menurunkan berat badan, tapi supaya badan sehat. Hehehe ... Ngeles banget yak.

Sempat dua bulan pertama, berat badan saya malah naik, minimal stagnan. Kata kawan sih, itu artinya jadi otot. Cuma kan bikin drop juga ya. Mau ga mau, pola makan emang harus diubah. Alasan emak-emak sebagai penghabis sisa makanan anak harus dikurang-kurangin. Jadi biasanya saya masak tiga cup beras untuk satu hari. Sekarang saya hanya masak 1,5-2 cup sehari untuk seluruh anggota keluarga. Ga makan malam, tapi makan sore. Dari pagi sampai sore ya sesuka saya makannya. Nah, makan sore ini juga ada syarat. Syaratnya jam 9 malam dah tidur. Kalau begadang ya berasa lapar lah. Anyway, semoga ikhtiar sehatnya semakin konsisten. Biar semangat menjalani hidup heheheh ... doakaan.



Minggu, 08 Februari 2015

hoMYNGGU: Anak dan Lift


Tinggal di hunian vertikal, mau tidak mau harus menyadari bahwa ada tata cara yang berbeda dari hunian horizontal. Lebih terasa sih ketika harus berurusan dengan anak-anak. Membesarkan anak-anak dengan tetangga tidak hanya di kiri dan kanan, depan dan belakang tetapi juga atas dan bawah tentu bukan hal mudah. Tapi itu nanti saya bahasnya. Sekarang saya ingin membahas tentang sesuatu yang menjadi komoditas utama kami, lift.


Lift sudah menjadi keseharian kami, itulah gerbang utama kami. Biasanya dilengkapi dengan kartu akses. Membuat anak berteman dengan lift itu ada caranya dan seringkali baru ketahuan do’s and dont’s nya ketika sudah kejadian.

  1. TIDAK MELOMPAT Ini adalah seni mengajarkan anak tenang di dalam lift. Kalau sendiri, masih mending. Kalau sudah ada kakak or adiknya ini yang rumit. Mereka masih menganggap lift itu kotak ajaib yang bisa mengantar ke mana sja. (emangnya pintu ajaib Doraemon). Wajar sih mereka norak, tapi jangan kelamaan.
  2. JANGAN BERKELIARAN. Anak-anak cenderung tak bisa diam. Kalau lift kosong ya tidak masalah. Tapi kalau penuh, anak-anak suka hilang fokus dan malah keluar di lantai yang salah, sedangkan orangtua dengan anak biasanya mengambil posisi paling belakang. Akhirnya, ga kejangkau deh.
  3. TERJEPIT. Anak terjepit pintu lift? Jangan panik. Jika terjepit di antara dua pintu, segera pencet tombol buka. Jika terjepit di salah satu pintu, segera pencet tombol tutup.
  4. TERBAWA. Nah loh, anak masuk duluan, orang tuanya belum. Tindakan awal adalah segera pencet tombol buka. Namun, hal ini bisa gagal jika ada beberapa lift. Memang yang lebih heroik bin berisiko adalah menahan dengan tubuh orangtua sendiri. Toh, jika tidak memungkinkan, berdoa, dan lihat liftnya berhenti di lantai berapa saja. Kalau anaknya sendirian di lift tersebut, penting untuk tahu di lantai mana saja dia kemungkinan keluar dari lift. Namun, tak jarang Tuhan berbaik hati, anak itu kembali turun lewat lift dengan selamat sentosa. Karena biasanya CCTV tidak selalu standby di pos satpam terdekat.
  5. BAWA STROLLER. Bawa stroller ini agak-agak rumit. Kalau masuk duluan, tentunya posisinya harus paling belakang. Saat keluar, bersyukurlah jika ada orang baik yang menahan pintu—terlebih jika Anda sendiri ya. Namun, jika tidak ada, ya sudahlah ... Jika Anda berhenti di lantai paling bawah di mana semua orang turun, ya itu artinya Anda harus bersiap memencet tombol HOLD. Perlu diingat saat memencet, tangan yang satu lagi harus tetap memegang stroller dalam posisi siap. Ini perlu ketrampilan. Anggap saja Fast & Furios edisi stroller. Namun jika Anda turun di lantai tertentu dan banyak orang di lift tersebut, buatlah ingsutan sedikit demi sedikit mendekati lift. Jika tidak mungkin, maka ketika Anda harus keluar, banyak-banyak bilang ‘maaf’ dan ‘permisi’. Maklum, banyak orang yang kurang peka. Oh iya posisi stroller saat masuk harus menghadap pintu ya, itu artinya jika penuh maka si pemegang stroller harus berjalan mundur. Orang lebih berharap kita cepat keluar ketimbang sebaliknya. Again, banyak orang yang kurang peka.
  6. PEKA. Ini sebenarnya berlaku untuk orang dewasa tapi kayanya kesopanan ini harus diajarkan sejak kecil. Salah satu yang sering terlihat adalah jangan main gadget di lift. Bermain gagdet di lift akan menghalangi anak Anda untuk belajar soal kewaspadaan dan kepedulian di lift.
  7. ORANGTUA MASUK DULUAN. Kalau perlu jadi orang pertama di lift yang masuk dan menahan tombol HOLD dari dalam lift.
  8. HINDARI LIFT DENGAN ANTRIAN BANYAK. Ini untuk memudahkan poin di atas. Turut mengantri untuk masuk—walau muat, lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Lebih baik tunggu hingga mendapat giliran lift yang lebih sepi antrian masuknya.
     
    Apa sudah semua, ya? Hehehe .... mungkin ada yang mau menambahkan. Nantikan tulisan selanjutnya tentang adab di lift. (Udah kaya buku agama aja).

Minggu, 01 Februari 2015

hoMYNGGU: Coba Mesin Cuci Koin


Saya sebenarnya punya mesin cuci di rumah sehingga tidak pernah menggunakan jasa laundry. Namun ketika dua tahun lalu muncul jasa mesin cuci koin pertama di Kalibata City, saya pe
saat ditolak laundry koin 

nasaran banget. Soalnya selalu teringat adegan Mr. Bean saat di laundry koin, bahkan kap lampu saja masuk mesin cuci. Sayangnya ketika saya membawa segambreng boneka anak-anak ke sana, saya ditolak. Padahal bawanya usaha banget, laundry koin itu berada di tower Sakura, saya di Borneo, jadi ujung ke ujung. Mereka takut mesin cucinya yang begitu buka langsung ada segambreng akan rusak. Lha ... apakah adegan mr. Bean mencuci teddy bearnya adalah fiksi? Masih ga rela ditolak hihihiy ...

Dengan hati sedih, saya pun berlalu. Mencoba menghapus keinginan ke laundry koin itu. Eh, ternyata si laundry koin di tower Sakura itu buka cabang di tower Akasia. Sebelahan dong. Walau unit mesin cucinya ga sebanyak di tower Sakura, mungkin hanya 8. Ah, tapi pasti boneka ga dibolehin. Tak sudi. Mau iseng bawa baju sendiri kok ya males ya, mungkin karena baju kotor saya umumnya sudah basah karena yah kelakukan anak-anak saat mandi. Nanti jadi berat ditimbangnya.
Eh ternyata ada yang buka lagi di tower Gaharu jelangakhir tahun lalu. Kali ini lain merek, dan begitu buka ada 40 unit mesin cuci (karena itu mesin cuci dan pengering, mungkin lebih tepatnya ada 20 pasang unit). Nah, saya jadi penasaran banget. Apalagi di brosurnya tertulis bisa untuk mencuci boneka. Yes!
Rupanya saya baru ke sana untuk mencuci bedcover dan sprei plus gorden. Yah, melanjutkan aksi nesting si bumil. Ceritanya si bedcover mau saya taruh di lemari tapi ga ada plastik yang bagus, jadi deh ke laundry itu biar dapat plastik yang ketat itu. Kalau mau cuci di rumah entah kapan keringnya, lagi hujan terus. Sesampainya di sana, rupanya bedcover tidak boleh digabung pencuciannya. Mungkin karena berat ya? Gorden dan sprei (yang kebetulan bau pesing) digabung sama pakaian. Tapi saya ga bawa pakaian, jadi ya suds, bed cover saja.
Pertama-tama, bedcover yang hendak dicuci ditaruh di keranjang hijau. Ditimbang. Lalu bayar Rp35000,-. Ada pilihan drop off (mulai rp25000,-) dan self service (mulai dari R20000). Harga yang saya bayar adalah harga satu bedcover. Ada juga jasa setrikanya, kalau yang bawa pakaian bersih sendiri harga mulai Rp5000,- sedangkan yang drop off harga mulai Rp3000,-.
Bedanya dengan di luar negeri mungkin karena belum terbiasa, pelanggan self service ga benar-benar self service karena sabun dan pewangi plus koinnya dipegang sama kasirnya. Jadi rada kasihan sama kasirnya karena dia harus meladeni yang nimbang dan bayar, plus masukin sabun cs ke mesin bagi mereka yang sudah bayar.
Bedcover masuk. Sabun dan pewangi sudah dituang. Koin keriting sudah masuk. Pencet-pencet, ya 40 menit kemudian baru datang lagi. Saya sih sambil bawa anak-anak main pagi itu. Oh iya jasa laundry koin ini termasuk paling pagi bukanya (penting, soalnya di luar negeri banyak yang 24 jam). Sudah 40 menit, saya balik lagi ke TKP. Orang semakin ramai. Ada sih tempat duduk di sana dan free coffee bagi yang selfservice, tapi berhubung ramai bingit, ya saya lebih pilih menyingkir. Padahal anak-anak seneng banget lihat baju mutar-mutar alias noraknyaaaa ....
Sekarang waktunya memindahkan bedcover ke mesin pengering. Lagi-lagi panggil mba kasirnya untuk koinnya. Masukkan koin, pencet-pencet tombol, yak another 40 minutes.  Ya suds, pulang dulu. Empat puluh menit kemudian saya balik lagi, kata mba kasirnya kudu dibalik sebelum dikeringin lagi selama 30 menit. Hiya loh, bolak balik. Sayanya yang bolak balik. Pernyataan kudu dibalik itu yang bikin saya ngeh kenapa ada bapak-bapak yang menaruh pakaiannya apik banget ke mesin cuic. Layer per layer gitu. Ga kaya saya, brutal. Hehehe iya, banyak bapak-bapak di situ. Kayanya nyuci baju di tempat beginian bikin mereka semangat hahaha ....  

Akhirnya bedcover saya kering, wangi, dan panas. Well, ga sepenuhnya kering, karena ya mungkin karena sikap brutal memasukkan pakaian ke dalam mesin hehehe .... Masuk plastik yang saya incar dan berjalan pulang.
Kayanya kegiatan ini cocok bagi mereka yang tinggal di unit tapi banyak kegiatan di luar unit. Misal menunggu anak selesai sekolah atau sambil ditinggal belanja. Yah, lumayanlah buat masa-masa darurat baru melahirkan nanti. Si ayah bisa disuruh cuci baju, pasti dia lebih mau ketimbang disuruh nyuci di rumah :P

hoMYNGGU: Ketika Apartemen Mati Lampu



Duduk di lorong menjelang subuh dan mengetik. Itulah saya. Ngapain? Habis mati lampu mendadak dini hari tadi. Saya terbangun sudah ada lilin yang nyaris habis apinya dan pintu balkon sudah dibuka. Daaan mumpung anak-anak belum terbangun karena kepanasan, saya ke lorong. Di lorong lampu menyala dan di seberang pintu unit saya ada saklar. Mayan buat ngecharge laptop yang sudah bocor baterainya ini.


Jika ada yang pernah ke Kalibata City mungkin tahu betapa ‘besarnya’ unit kami. Belum lagi atap yang rendah. Jadi kebayang kan kalau mati lampu? Kondisi ini mungkin tidak berlaku bagi tower-tower apartermen ‘betulan’ di Green Palace. Biasanya dari dua sekring, hanya satu yang mati. Jadi masih bisa menyalakan AC.


Mati lampu di Kalibata City itu terjadi paling tidak setahun sekali di malam hari. Saat jelang hari Pahlawan atau Kesaktian Pancasila deh kalau tidak salah, saya lupa. Biasanya ada protokol dari kepresidenan untuk mematikan semua sumber cahaya dari jam 11-01 dini hari. Kenapa? Ya, karena saya tinggal di samping komplek Taman Makam Pahlawan Kalibata (komplek orang hidup berdampingan dengan orang meninggal), jadi pada salah satu hari yang saya sebut tadi biasanya ada upacara penghormatan yang dilakukan tengah malam.


Pernah pada suatu tengah malam itu, ada banyak protes dari penghuni. Kebanyakan menggunakan alasan anak, entah jadi rewel kalau bayi, atau ada yang langsung kambuh asmanya. Saya no comment deh, setiap orang kan punya definisi nyaman sendiri. Toh, saya punya cara sendiri mengatasinya, ya karena pernah ngalamin yang repot gitu pas mati lampu.

  1. Kebanyakan mati lampu sudah diberitahu sebelumnya. Jika mati lampu diadakan tengah malam, biasanya saya mendinginkan unit lebih awal dari biasanya. Jadi ketika mati lampu, sisa dinginnya AC masih bisa bertahan hingga paling lama dua jam, setelah itu baru dibuka jendela. Waktu itu, anak-anak masih tidur di ruang utama, jadi akses jendela ya langsung. Nah, kalau sekarang? Hmmm belum bangun sih anaknya.
  2. Kalau terlampau gelap, saya buka gorden sedikit agar mendapat cahaya lampu taman. 
  3. Jika terjadinya siang hari dan sudah diberitahu sebelumnya, saya prefer menghapus jadwal tidur siang anak-anak dan mengungsi main di taman bawah lalu ngadem di mal. Tapi ya mal biasanya juga ga adem-adem amat.
  4. Nah, agak repot ketika mati lampu pas anak-anak tidur siang. Tidurnya jadi sebentar. Selalu lupa mau beli kipas angin baterai.
  5. Kalau jadwal pematian listriknya kayanya bakal lama, ya sudah, ngungsi ke Tebet. Hahaha ....


Yah, saya belajar ga parno kalau AC ga nyala. Yang penting ga ada nyamuk. Repotnya mati lampu kan itu, ketemu nyamuk. Jadi yah alhamdulillah dapat yang lantai 10 hihihiy.... Keringat-keringat sedikit, ga papa lah ....  

Selasa, 20 Januari 2015

Tema Harian Saya


Jelang tahun baru saya mendapat semacam inspirasi dari salah satu Emak keren di komunitas KEB, yaitu mencanangkan tema harian di blognya. Saya memang sempat terpikir untuk membuat blog saya ini lebih terjadwal dan terstruktur dan tema harian ini rupanya jawabannya. Awal membaca postingan Emak Maureen, saya sempat tidak percaya diri, “serius nih, mau tiap hari tulis blog sesuai tema?” Eh ternyata tema harian itu tidak selalu bermakna, setiap hari harus nulis. Emak Maureen sendiri hanya mengusung tiga hari dalam satu minggu. Salah satu alasannya adalah agar hari lain bisa digunakan untuk tema-tema lain yang tidak berhubungan dengan tema harian reguler. Kalau saya, itulah alasan saya bisa libur dari kegiatan blog. Soalnya ga selalu bisa bangun dini hari sih. Hehehe ....

 

Jadi, setelah beberapa hari posting dengan tema, barulah saya menjelaskan arti-arti singkatan di awal judul.

 

RABUku: Mari memulai hari dengan buku di hari Rabu. Saya lahir di hari Rabu, jadi yah Rabu itu lebih istimewa dari hari lain. Dan senang rasanya ketika kata ‘Rabu’ bisa bersanding bunyi dengan satu tema lain yang saya sukai, buku. Jadilah RABUku.  Isinya tentang buku tentu saja. Review buku yang saya beli sendiri (yang beberapa tahun belakangan didominasi dengan buku-buku anak untuk anak-soalnya amynya juga suka buku anak) dan hasil READIE project alias buku hasil editan saya. Mudah-mudahan bisa setiap minggu-soalnya banyak buku yang numpuk tapi belum pernah direview hehehe ...  yah kali aja sejak itu bisa tiap minggu dapat buku baru #modus

 

KAMYstory: mayoritas dari isi blog saya adalah tentang saya sendiri. Saya sebagai ibu dua bocah dan saya sebagai individu. Dulu saya bedakan judul antara MY story dengan AMY’s Story, sekarang sama saja, judulnya saya. Jadi deh KAMYstory (my story di hari Kamis).

 

JJS: secara singkatan yang ini agak berbeda dengan singkatan tema lainnya. Ini agak mentok hehehe. Awalnya mikir karena hari Jumat mungkin ada baiknya saya bicara soal agama, menyebarkan satu ayat. Tapi kok ya ga pede, ya? Saya kan masih pelajar. Jadi saya gunakan momen ini untuk membuat review tempat yang bisa dikunjungi saat akhir pekan. Entah itu tempat makan, tempat bermain, atau bahkan tempat kawinan. Yah, namanya juga Jumat Jelang Sabtu. Biasanya orang-orang sering searching lokasi menarik. Hope I could help J

 

HOMYnggu: Sabtu istirahat dulu yeee ... Balik lagi di hari Minggu. Kenapa homy? Apakah sama saja dengan my story. Well more or less sih. Ini untuk menunjukkan bahwa saya penghuni Kalibata City sejati hahaha .... Isinya lebih banyak terinspirasi dari berkehidupan di Kalibata City, jadi bisa tentang tempat makan baru, apa yang lagi ngetren, kegiatan menarik di hari tertentu, review sekolah di area ini, dan bahkan bisa ngomongin resep di dapur saya. Pokoknya terkait review dan tips di seputaran Kalibata City. Penting ga sih? Penting dong. Mengingat semakin banyak saja hunian vertikal, jadi siapa tahu kita bisa saling berbagi.

 

Nah, segitu dulu saja deh. Ga sanggup banyak-banyak. Ini juga ngerjainnya nyicil hihihihiy ... Hope you like it.