Tampilkan postingan dengan label kawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 November 2016

Alasan (Saya) Unfollow Friend di Media Sosial

Assalamualaikum, siapa yang 4 November kemarin sibuk unfollow, tunjuk tangan!

Saya sih ga, karena aksi unfollow besar-besaran sudah dilakukan ketika Pilpres lalu dan sekarang merasakan manfaatnya. Ketika hingar bingar di luar sana, timeline saya cukup kondusif. Riuh, tapi terkendali lah.

Unfollow friend bagi saya merupakan seni tersendiri dalam bergaul di dunia Maya. Terutama FB. Karena saya menganggap Twitter sebagai tajuk berita, dan Instagram adalah galeri kehidupan orang di luar sana, jadi ga terlalu gimana-gimana. I took FB a Lil bit personally kayanya hehehe ...

Waktu zaman Pilpres, saya pusing sekali membaca timeline. Di satu sisi ada yang terheran-heran bagaimana orang yang pencitraannya shaleh tapi kok menggunakan kata-kata kasar. Sedangkan di sisi lain, terheran-heran dengan orang yang pencitraannya smart tapi ternyata doyan juga memaki-maki. Hingga kemudian saya merasa keributan itu terjadi di depan pintu saya. Di situlah saya menyadari bahwa saya menganggap FB sebagai halaman Maya. Taman saya. Itu artinya, saya bisa menentukan siapa yang mau atau boleh lewat di situ.

Nah opsi unfollow ini adalah opsi yang santun. Tidak perlu nge-block orang apalagi kalau teman sealmamater. I know you're exist but I just don't need to see you all The time. I don't need to know you're opinions.

Berikut kegunaan opsi unfollow yang saya lakukan: 
1. Orang yang suka mencaci
Saya pernah punya kontak yang kerjaannya ngata-ngatain orang di FB. Saya jadi kasihan sama babi n anjing di luar sana. Tanpa melihat dia berada di kubu mana saat pilpres, unfollow. dia teman satu sekolah, but then I think, ini kan ga lagi di kelas ^^

2. Orang yang Suka Mengeluh 
Orang mengeluh ini benar-benar buat energi negatif deh. Yang nyebelin dari orang mengeluh adalah pasti nyalahin orang atau pihak lain. Transjakarta disalahin. Taman ga ada tempat parkir dikomentarin. Tiap hari ada aja yang dikeluhkan. Oh please, maafkan aku Tuhan karena tak ada ruang bersabar. Unfollow.

3. Orang yang suka share berita hoax
Berita hoax itu sebenarnya bisa teridentifikasi dengan mudah, tapi kalau kebanyakan bisa terpengaruh juga. Ga cuma berita hoax, berita dengan judul tendensius juga bisa memperkeruh timeline. Makanya sekarang jaraaang banget share berita, nge-like pun ga, karena info hoax atau klarifikasi atau perdebatan ga sehat itu ketahuan kalau baca komen-komennya. Terkadang lebih penting baca komennya ketimbang beritanya hehehe

Nah, kalau orang yang macam begini biasanya saya pikir-pikir. Pikir korelasi pertemanannya apa. Teman sekolah atau teman kantor atau keluarga atau random? Kalau masuk dalam lingkaran teman sekolah, saya tanya lagi sendiri, kenal baik atau ga. Kalau ga, ya saya unfollow. Guna memberi ruang toleransi bagi kawan dekat yang suka share berita hoax, jadi lebih enak menginfokannya.

4. Pasangan Suami Istri Tendensius
Sebenarnya saya tidak bermaksud meng unfollow berdasarkan kubu pilpres, tapi kebetulan saja pasangan ini beda sama saya dan agresif. Jadi yang terpampang di timeline adalah share dan rangkaian status yang serupa nyinyir pedes bin nyilet-nyiletnya. Duet maut lah. Aih, cukup sudah. Aku pisahkan saja salah satunya. Nah, kalau pilih yang mana biasanya saya pilih yang perempuan, walau sebenarnya kenal duluan sama suaminya. Kalau perempuan kan ada kemungkinan posting resep atau prakarya gitu hehehe ...

5. Mereka yang Tidak Terlalu Peduli Denganmu sebagai Pribadi
Dulu, saya rajin making FB contact dengan para petinggi kantor. Bukan bos secara langsung. Biasanya FB mereka juga ga aktif-aktif amat. Kalaupun aktif ya untuk keperluan promo. Nah pas pilpres, FBnya mendadak aktif untuk kampanye. But then again, mungkin karena beda pilihan, saya jadi lihatnya lebay hehehe .. Jadi, unfollow lah. Biar bos langsung saja yang saya beri panggung buat kampanye. Toh, kontennya mirip. Ini ga cuma berlaku untuk para bos loh, para OL SHOP, atau kawan-kawan yang tadinya ga aktif di FB terus mendadak jadi jurkam, saya unfollow. I'll come to you if I need to.

6. Orang yang Marahi Saya
For this reason, saya tak cuma unfollow tapi juga unfriend ... Kakak saya hahahaha ... Ini kepuasan pribadi aja sih. Jangan salah, suami juga pernah saya unfriend. But then again, itu kan cuma di dunia Maya. Aslinya ya mana bisa persaudaraan dan pernikahan di-unfollow semudah itu. Kalau di dunia nyata mah biasanya kalau dimarahi, saya ngeluyur ke kamar, tutup pintu. Sama aja kan. Ntar juga keluar lagi. Yang penting tutup kuping pakai bantal hingga suara yang marahi saya ga ada lagi atau hingga saya sudah punya toleransi untuk dengerinnya atau karena saya perlu makan ha-ha-ha ...

7. Orang yang Tersinggung dengan Saya
Nah, sebenarnya saya ga pernah bermaksud menyinggung orang sih, tapi sadar suka pedes juga ngomongnya. Wong ga ngomong pedes aja, orang-orang bisa tersinggung kok. Nah, kalau sudah kejadian beberapa kali, baik yg sengaja atau ga, disadari atau ga, ya saya unfollow aja. Biar saya ga terpancing komentar kalau ybs sedang posting sesuatu. Sampai saya bisa belajar menahan diri hehehe ...

Hal menarik saya dapatkan setelah mengusap peluh di jempol seusai meng-unfollow. Kamu jadi terkejut melihat lingkaran pertemananmu yang baru. Yah, mudah-mudahan dengan begitu saya jadi pribadi yang lebih baik. Soalnya sulit menerima perbedaan jika semua orang berteriak-teriak atau saling nyinyir. Too loud. Intinya tindakan unfollow bukan berarti benci loh. Hanya mengecilkan volume. Kuping kita saja punya kemampuan menyaring bunyi kok. Jadi memilah demi menjaga hubungan baik. 

Kamis, 19 November 2015

KAMYStory: Kawan Saya dan Toko Online-nya

Terkait dengan tema minggu ini, yaitu kawan. Di sesiKAMYStory ini saya mau merilis daftar nama toko-toko online kawan-kawan saya.Aksi perniagaan termuda saya adalah ketika duduk di kelas 3 SD dan menyewakan majalah-majalah pada teman-teman. Tidak lama sih, hanya beberapa bulan. Saatkuliah, banyak teman-teman saya mulai berjualan. Entah itu garage sale ala alauntuk beli baju baru hingga jadi agen parfum original dan tentu saja make updari MLM tersohor. Begitu FB menjadi jamak bagi saya dan kawan-kawan, satu persatu mereka merilis toko onlinenya masing-masing. Dan laiknya orang Indonesia,walau ada sekian banyak pedagang tetap saja ada pembelinya, bahkanantarpedagang hehehe .... Hari ini saya tidak akan ngomongin dagangan saya(freelancer penerjemah, penulis, dan editor plus baker cake dan cupcake *ups),tapi mau ngomongin dagangan teman-teman saya. Yang terpilih pun adalahorang-orang yang cukup kenal baik lah yaa ... Yang kenalnya di dunia mayabiasanya sudah
lebih tersohor hehehe ...

 
1.      Perlengkapan Bayi Bekas
FB: Juwita Liem OS. Perkenalan kami adalah ketika dia datang ke kantor saya waktu itu dan menawarkan naskah kamus Indonesia-Mandarin-Inggris. Yak, dia dosen sekaligus penulis. Berawal darimenjual barang-barang bekas pakainya sendiri di FB lama-lama jadi sering dititipi oleh teman-temannya. Stroller bekas  menjadi item paling ditunggu di laman FB ini.
 
2.      Pakaian Muslimah
FB: Novianisa Rizkika. Di bawah bendera House  Anisa Online Shop, kawan SMA saya ini jualan hijab dan aneka baju muslimah. Sekarangsudah mulai banyak pilihan yang syar'i loooh ^^
 
3.      Hijab
 FB: Creamy Hijab. Nah ini saya kenal baiksama orangnya hahahah .... Dulu bahkan pernah jadi model buat dia saat baru merintis. Produknya bukan lagi mencakup seluruh Indonesia melainkan juga benua lain.
 

 
4.      Kaftan Anak
FB: de Hanger Baju. Nah, kalau ini adasayanya juga siiiih tapi bareng kawan-kawan yang lain hehehe ... aih nyempil juga gue jualan hahaha ... Produknya kaftan anak ya bu ibuuu ... Jadi bahannya adeeem.
 

 
5.      Baju Bayi & Anak
FB: River's Corner. Nah ini sebenarnya dijalankan oleh istri dari salah seorang penulis juga. Saya kayanya juga belumpernah ketemu sama suaminya, hanya suka menyimak update statusnya yangmenggugah itu. (gue mention ga ya orangnyaaaa?)
 

 
6.      Abon
FB: Alia Fazrillah. Sebenarnya ibu yangsatu ini punya dua akun jualan lain. Yang satu jualan buku, yang lain jualanjasa setting buku. Yap, dulu ibu Alia ini rekan kerja saya di kantor dulu. Nah,abonnya yang pernah saya order langsung. Ga bisa beli satu kantung, cepat habisnya hehehe
 

 
7.      Batik Tulis
FB: Endah Sulwesi atau FB Menisae. Ibuberanak satu ini pencinta batik, jadi sudah pasti batik tulis pilihannya berkualitas betulan. Ga Cuma jualan batik, di toko laundrynya juga menjualsegala jenis sabun, pewangi, pemutih secara curah. Bukan begitu, bu Endah? Ehiya, lupa, ibu Endah ini termasuk selebriti di dunia perbukuan loh.
 

 
8.      Batik Cap
FB: Nadiah Alwi. Seorang penulis novel dan memiliki anak yang juga penulis novel cilik tapi juga penjual batik cap yangmurah tapi kainnya cantik-cantik pilihannya. Di bawah brand Flowery HanaCollection, batik yang dijual edisi terbatas loh.  Ngomong-ngomong saya sudah kenal dia sejak saya kecil, maklum, teman SMA kakak saya hehehe ...
 

 
9.      Ciskek , Amaris, dan lain-lain
FB: Muzi DapurPacipluk. Sebenarnya ibu Muziini juga terima order cake tapi yang paling hitz adalah ciskek lumer dan risoles frozennya. Bisa diantar juga loh. Lagi-lagi ibu Muzi ini pernah menjadi rekan kerja saya di kantor. Hehehe ....
 

 
10.  Baju Batik
FB: Kinjeng Batik. Nah ini hasil karyakawan saya di kampus. Okelah kami lulusan Ilmu Budaya, tapi ada beberapa yang jago merancang baju kaya ibu beranak dua ini. Lagian masih nyambung kan dengansemangat melestarikan budaya? Hehehe ... Kinjeng Batik  menampilkanbaju-baju yang tidak biasa tapi jadinya cantik. Semoga lebih banyak lagi koleksi untuk muslimah yaaa ....  
 

 
11.  Cake, Kukis, dan Cupcake
FB: Novikasari Eka S (Rupins) Ini ..saingan saya .. hahaha ga ga ga... semua punya rezekinya. Kebetulan waktukerja, dia sempat duduk di sebelah saya. Sebelum akhirnya dipisah karena seringngobrol kitanya hahaha ... Justru karena dia, saya jadi ikutan bikin cake dan cupcake. Untuk yang nsekitar Depok, silahkaaaaan ...
 

 
12.  Cake dan Cupcake (lagi)
FB: Prima Sukarni (Karni's) Oalah ada lagi?Tenang .. ini untuk yang berdomisili sekitar Bontang. Junior saya di kampus inijuga suka ngisi kursus loh. Nah .. silahkan.
 
 13.  Kukis dkkIG: Nicololla. Nah ini bagi yang inginkasih suvenir berupa kue kering. Dikemas cantik-cantik. Ada varian lain selainkue kering loh. Sok silahkan tanya pada Ibu Pipiet yaa ... ini tetangga saya diKalibata City.
 

 
14.  Produk RajutFB: Toko Sae Rajut. Yang suka anekarajutan, boleh mampir di sini yaaa ... Ada tas, sepatu, sarung tangan dkk ... Bisarequest juga maunya dibikinin apa hehehe
 

 
15.  Seprai Anti AirFB: Laras Sukanthi. Ada yang anaknya lagitoilet training? Nah, pakai sprei ini deh, setidaknya bebas dari bau pesingyang ngendap di kasur. Kasur juga lebih awet karena hari gini dah sulit kalauharus jemur kasur spring bed hehehe ... Eh iya, ibu Laras dulu rekan kerja jugadi kantor jadi bagian keuangan.
 

 
16.  SepraiFB: Ni'am Sadiyah. Beliau baru debut jualanseprai, tapi karena rumahnya sederetan sama rumahnya kain- kain di Cipadu, punsuka menjahit, saya percaya dia tahu mana bahan yang bagus untuk sebuah sepraiyang nyaman. Ibu ini sesama editor dulu di kantor hehehe ...
 

 
17.  Buku BekasFB: Koalisi Cinta Buku atau FB: Maya UmmAbdillah. Yang mau buku bekas tapi masih mulus naaah tongrongin deh tiap Jumatjam 10. Yang cepat dia yang dapat. Terkadang malah buku baru tapi harganya dahmiriiiiiing banget. Paling cihuy kalau lagi ngincer buku-buku seri pengetahuanyang biasanya mihil banget itu .... Btw, ibu Maya sebagai salah satu penguruslaman ini juga adalah teman SD saya (saya numpang beken dikit hehehe)
 

 
18.  Aneka Mainan AktivitasFB: Komunitas HalamanMoeka atau FB:Retnaidi Nuraini.  Bagi yang sukamenghabiskan waktu bermain sama anak nah di sini ada banyak mainan aktivitas.Ada yang bisa dimainkan bersama atau dimainkan sendiri. Sebagai pelakuhomeschooling juga banyak testimoni soal bagaimana mengoptimalkan simainan-mainan itu. Nah, ini juga ga pernah ketemu langsung sama orangnya,hahaha ... tapi lihat albumnya bisa bikin mupeng hehehe
 

 

 
Nah itu dulu deh. Ada yang terlupa ga ya? Itudulu deh, nanti di-update heheheh ... Jadi, kawan-kawan saya cukup berjiwapengusaha, kan?

Rabu, 18 November 2015

RABUku: Mamomics part 2 – 9 Bulan Menanti Keajaiban


Ini adalah bentuk bayar utang setelah sebelumnya membuat review Papomics karena ada abang saya sebagai salah satu kontributornya, sedangkan di saat yang hampir bersamaan, Mamomics 2 pun terbit dan ada nama-nama yang merupakan sahabat abang saya dalam dunia perkomikan lagi-lagi menjadi kontributornya.


Dari dua seri Mamomics yang terpajang di rak toko buku, saya pilih yang kedua karena tema yang lebih spesifik juga terbitan yang lebih baru daaan saya yang juga baru lahiran anak ketiga #uhuk

Cerita kehamilan dan melahirkan selalu luar biasa bahkan dalam keadaan biasa-biasa saja. Namanya juga berpartisipasi langsung dalam proses penciptaan, itu kan sesuatu yang luar biasa, sehingga jika badan pun bereaksi luar biasa, itu wajar. Sebagai ibu beranak tiga, rasanya malu banget mau membanggakan diri. I mean, hamil dan melahirkan itu kan bukan prestasi. Walau perasaannya memang fantastis. Membaca cerita dari empat ibu dan satu lajang yang keibu-ibuan ini sebenarnya lebih menekankan betapa kita harus saling berempati dan bertoleransi setidaknya antarsesama perempuan. Jadi, ini bukan ajang pamer siapa yang paling menderita atau siapa yang paling gampang. Semuanya ada porsinya.

Setidaknya itu bagi saya pribadi.

Saat hamil anak ketiga, saya rasanya payah banget karena keluhan fisik yang tak kunjung usai. Namun, ketika baca cerita kehamilan Mba Harley yang ga hanya mual-mual dkk tapi juga sebentar-sebentar pingsan, i guess semua ada kesulitan dan kemudahan. Untuk mba Harley yang suka pingsang, senantiasa ada suami yang baik hati dan sigap menangkap. (eh iya tak?). Coba kalau saya yang begitu? Kebayang dong pingsan di antara dua bocah pecicilan di apartemen. >.< btw, abang saya jadi cameo di komiknya Bu Harley ini hihihiy ... telat banget ya.

Ketika saya agak sombong bercerita pergi ke RS naik ojek sendiri jelang melahirkan, rasanya saya mau edit ucapan saya ketika membaca kisah Dydy yang tidak hanya naik kereta tapi juga jalan kaki menuju RS sambil mules dan melahirkan sendiri karena sang suami menemani anak pertama yang sedang sakit. Maklum, tengah merantau di negeri orang. Kalau bagi sebagian orang, melahirkan ditemani suami itu rasanya ingin mencakar-cakar mukanya, bagi saya melahirkan ditemani suami itu ekstra kekuatan—ini kata seorang ibu di bus ketika saya hamil anak pertama. Jadi kalau ada yang melahirkan sendirian itu ...  hadeeeuh ...

Jika saya merasa beraaat hamil sambil ngurus dua balita, nah bayangkan ketika ada dua bocah di dalam perut seperti pengalaman kehamilan kedua mba Dyotami ... ga mau bayangin ah, linu perutkuuuh. Hamilnya pe er. Melahirkannya pe er. Ngurusnya apalagiiiih ....

Dan kalau menyimak komik hasil ga sengaja dengar dari ruang bersalin di sebelah Mba Ani usai melahirkan dengan segala kehebohan saat mengedan, lagi-lagi saya berucap alhamdulillah Cuma perlu satu kali buka jalan selebihnya menggelosor dengan sendirinya. Mulas? Ya iyalah. Mau hanya setengah jam seperti saya atau semalaman, yang namanya mulas mau melahirkan ya sakit.

Setelah melahirkan beberapa kali, saya suka ingat-ingat dulu ketika masih lajang apakah saya sudah sebijak Neng  Lia Hartati dalam memandang kehamilan dan ibu hamil secara umum? Ah, mungkin belum. Waktu itu saya belum banyak bergaul sama ibu-ibu sih, jadi bawaannya ingin komentar, “ah, ibu hamil lemes itu Cuma perasaan aja” dan bla bla bla omong kosong penuh kesombongan. Yak, sampai saya ketemu  hamil payah tanpa bisa saya hindari.

Akhir kata saya tak habis terkagum-kagum dengan ibu-ibu pengomik ini. Nemu di mana sih waktu ekstranya? Ngiri euy bisa gambar bagus ^^ Ada yang sederhana, ada yang detail, semuanya istimewa .... selanjutnya kira-kira temanya apa ya?

(eh beli dulu yang seri pertama hehehe ...)


Senin, 16 November 2015

Tema Minggu Ini: Kawan

Dua minggu belakangan, saat saya menerima buku pesanan berjudul Teman Perjalanan karya Kurnia Efendi dan kemudian melihat di toko buku KCS sudah ada buku-buku dari penerbit tempat dua kawan saya bekerja dan menelurkan karyanya, saya terpikir untuk mengisi rubrik RABUku dengan buku-buku karya kawan-kawan saya.


Lalu Jumat lalu seorang kawan meninggal dunia. Melihat tribut dari kawan-kawan lain, saya jadi menyadari bahwa sudah lama saya tidak 'melayani' kawan-kawan saya. Sebuah hubungan seolah dapat digantikan dengan mengumbar jempol di setiap postingan. Dan kini rasanya saya perlu berbuat lebih, semampu kaki saya yang pendek ini.  Bukan, saya tidak hendak membeli perkawanan. Saya hanya ingin mencelupkan diri dalam hubungan itu karena rasanya sudah terlalu lama saya menikmati matahari dan hampir lupa menghargai masa lalu ketika banyak kawan-kawan berkumpul di sana.


Makadariituuuu ... Minggu ini saya mau angkat segala hal tentang kawan. Entah itu karya-karya teman saya, toko-toko online milik teman saya, tempat-tempat nongkrong bersama kawan dulu, dan lain-lain ... Pokoknya tentang kawan yang disesuaikan dengan tema harian. Yah, mumpung belum sibuk dengan urusan lomba blog hehehe ....


Bagi para pembaca lain, saya jamin tidak akan mengalami roaming. Syukur alhamdulillah, saya dikelilingi kawan-kawan yang hebat. Like you.


Thank you.