![]() |
| Salah satu hasil perburuan di ACE Hardware. |
Kamis, 27 April 2017
KAMYStory: Memelihara Binatang di Unit Apartemen
Kamis, 30 Maret 2017
KAMYStory: Ikatan Kakak-kakak Perfect tapi Saya Adiknya
| Kakak beradik. Serupa tapi tak sama. |
Selasa, 10 Mei 2016
KAMYStory: Membuang Kenangan
Hidup di unit rusun yang mungil dengan jumlah penduduk yang padat membuat saya sehari-hari berpikir barang apa yang bisa disingkirkan atau dipindahtangankan. Begitu sudah memilah-milah barang tapi masih penuh maka barang-barang kenangan pun kena bagian.
Bedanya, menyingkirkan barang kenangan berarti turut menyingkirkan kenangan. Well, ga sepenuhnya tapi rasa keterikatan pada benda kenangan itu setidaknya hilang pula. Lumayan lah untuk menyegarkan kepala dan menata hati atau malah baper? Dan beberapa waktu lalu saya menyisihkan waktu menyingkirkan barang kenangan itu dan mengubahnya menjadi file blog hihihiy ... Rasanya? Hmm ..
1. DVD BAJAKAN
Hahaha DVD memang tidak terlalu makan tempat tapi siapa sangka ketika hendak dibuang ada rasa sedih gimana gitu. Hanya tiga judul DVD siy yang saya buang. Meteor Garden 1 dan 2 dan Beautiful Life. Betapa tidak, seri Meteor Garden saya beli dalam tergesa, ditonton semua dalam dua hari padahal saya sedang UTS di kampus. Dan sangat tidak disarankan untuk menonton film-film berbahasa Mandarin jika kamu kuliah bahasa asing lain, seperti Belanda (itu saya). Seri Meteor Garden 2 juga tidak kalah memorablenya. Pasalnya itu hasil copy sendiri. Zaman belum booming nonton streaming atau mantengin Drakor di YouTube demi subtitle, zaman itu andalannya adalah tempat penyewaan DVD. Nah, tempat sewanya hanya ada di Kelapa Gading, beda beberapa hari dari negeri asalnya. Yang kebetulan dekat dengan rumah parner in crime saya ha-ha-ha. Jadilah saya selama liburan kuliah bolak balik Tebet – Gading untuk ambil dvd yang disewa kawan saya dan mengcopynya di rumah saya di Tebet. Ah, kenangan itu epik lah bagi saya ha-ha-ha ... Jadi sedih juga melihat puluhan keping itu bertebaran di lantai sebelum akhirnya masuk ke kantung sampah.
2. BUKU HARIAN
Nah, kalau ini semacam langkah penting sih. Tadinya buku harian itu mau saya simpan, siapa tahu buat warisan untuk anak-anak kaya di film-film. Tapi semakin banyak anak saya, semakin saya mempertanyakan manfaatnya buku harian yang sudah numpuk sejak SD itu. Apalagi isinya saya marah-marah sama ortu, atau sibuk ngegebet adik kelas di sekolah dan di kampus. Apa gunanya mewariskan track recordnya saya yang cupu dan pathetic itu ha-ha-ha ...
Dan buku harian, kartu, segala tiket, saya buang ke tempat sampah sebagai penegasan bahwa saya sudah sepenuhnya move on. Ga kaya Cinta dong, udah dibuang ke tempat sampah eh masih balik lagi hehehe ... Dan cukuplah kenangan itu ada di kepala walau kayanya ga perlu juga diingat-ingat apalagi diceritakan ke anak. Plus tata bahasa saya di buku harian itu kacrut banget ha-ha-ha ga tahan ingin saya edit.
3. BUNGA PALSU
Yap, bunga palsu. Pada suatu hari di perayaan ultah kantor saya, saya jadi panitia dan ketika hendak pulang saya mengamati rangkaian bunga yang berbaris di pojokan. Tak sedikit yang menggunakan bunga palsu. Karena merasa sayang maka saya cabutin lah bunga-bunga itu. It was more than 6 years ago.
Lalu, beberapa waktu lalu saat sedang rapat komite TK dan menyebut soal mendekor ruangan perpisahan, bunga itu terlintas di kenangan saya. Dan begitu saya ke Tebet, masuklah bunga-bunga palsu yang sudah lama berada di lemari itu ke dalam kantung plastik besar, untuk kemudian dipindahtangankan ke sekolah Malika itu.
Kalau ini perasaannya senang, sama seperti ketika memberikan seluruh koleksi bungkus permen saya ke kawan kuliah untuk tugas desain fashionnya. Akhirnya berguna juga itu barang ^^
Nah, baru tiga hal itu yang saya singkirkan. Rumah masih penuh, ha-ha-ha. Berarti saya masih harus merapikan folder lemari, kepala, dan hati saya hihihiy ... Mari beberes ^^
Kamis, 02 April 2015
KAMYStory: Insting Bersarang
Senin, 24 November 2014
Ketika si Kidal Terkunci di Kamar Mandi
Kenop kamar mandi kami yang bulat dan tidak pernah ada kuncinya sejak awal kami serah terima. Kalau terkunci dari dalam sebenarnya ga masalah kalau ada orang, tapi kalau Safir yang di dalam kayanya sama juga bohong. Biasanya saya gunakan obeng untuk membuka pintu yang terkunci dari dalam, tetapi kali ini taktik tersebut tidak berhasil. Kunciannya dol.
Sudah keringetan, Safir di dalam yang tadinya gedor-gedor dengan semangat pun kini hanya terdengar tangis pelan-pelan. Saya menyerah dan akhirnya memanggil teknisi ke customer service.
Butuh beberapa saat juga bagi teknisi itu untuk membuka pintunya. Dan ketika terbuka, Safir sudah duduk sedih di kloset.
Usai kejadian tersebut, saya bertanya-tanya sendiri kenapa Safir sulit sekali membuka pintu kamar mandi. Padahal kamar yang lain juga menggunakan kenop bulat dan ketinggiannya pun sama, apa yang membedakan?
Setelah beberapa kali ujicoba, saya akhirnya mengerti. Sesuatu yang sudah lama saya pindahkan dari otak sadar saya, kenop di kamar mandi memiliki perputaran berbeda untuk membuka dan menutup ketimbang kenop di kamar lain. Penting, ya? Buat para kidal ini penting. Tidak ada buku panduannya, tetapi kami mengalami banyak sekali penyesuaian untuk bisa hidup di dunia 'kadal' ini.
Safir memang punya kecenderungan kidal. Saat mewarnai, dia pernah sesekali menggunakan tangan kanan tetapi kemudian cepat lelah. Dan di usianya yang tiga tahun, konsep ruang masih menjadi pe-er baginya. Sehingga wajarlah untuk mampu membuka pintu kamar mandi sepertinya dia masih harus berusaha lebih keras lagi.
Para kidal memang memiliki konsep atau definisi soal ruang dan arah. Titik kemiringan kami berbeda, sudut pandang kami berbeda. Kami lebih suka keluar lift dari arah kanan dan masuk dari arah kiri. Kami lebih suka berputar berlawanan arah jarum jam, dsb. Ini jika kami membiarkan otak bawah sadar kami yang bekerja. Jangan tanya soal mouse komputer, kursi kuliah, atau sekadar memilih ujung bangku sekolah jika berbagi meja kala SD. Tapi seringkali, kami harus menyesuaikan. Yah mau bagaimana lagi =P.
Yah dan sepertinya Safir baru mengalami beberapa hal baru ini. Bertahanlah, nak, kita pasti bisa =D


